Pelanggan yang telah membayar deposit mungkin harus membayar biaya tambahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penggemar Porsche di Inggris mungkin harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli mobil Jerman jika Brexit tanpa perjanjian terjadi. London dan Brussels memiliki waktu hingga 25 Maret untuk mencapai kesepakatan.

Dilaporkan oleh DW News, Selasa (19/2), Porsche telah memperingatkan pelanggan Inggris bahwa kekacauan Brexit dapat meningkatkan harga mobil yang dibeli dari produsen Jerman sebesar 10 persen. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Bloomberg dan media Inggris, Porsche mengatakan pelanggan yang telah membayar deposit setelah 17 Januari mungkin harus membayar biaya tambahan jika tidak ada perjanjian Brexit UK-EU dan mobil mereka tiba di Inggris setelah 29 Maret 2019.

Perusahaan Volkswagen mengatakan pajak akan membantu menutupi biaya impor yang dapat timbul jika Inggris memperkenalkan tarif Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk barang-barang UE. Perusahaan menambahkan bahwa pelanggan nantinya dapat menyesuaikan pembelian mereka jika diperlukan.

Pabrikan mobil paling terjangkau, Cayman, bisa melonjak dari harga 44.074 pound (atau sekitar Rp. 803 juta) menjadi 48.481 pound (sekitar Rp. 883 juta) jika rencana itu berjalan. Porsche memproduksi semua mobilnya di luar Inggris, jadi tugas apa pun akan memengaruhi semua penjualan mobilnya di sana jika tidak ada kesepakatan tentang Brexit.

Peringatan perusahaan kepada pelanggan telah diminta, di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa London dan Brussels bisa gagal mencapai kesepakatan Brexit sebelum akhir Maret. Perdana Menteri Inggris Theresa May berada di bawah tekanan dari anggota parlemen di London untuk membatalkan ketentuan dalam rancangan perjanjian yang akan membuat Inggris terikat oleh peraturan UE sampai kedua belah pihak menyetujui perjanjian perdagangan pengganti. Para pemimpin Eropa mengatakan mereka tidak ingin mempertimbangkan kembali bagian dari rancangan perjanjian.