Jakarta – Calon presiden nomor dua Prabowo Subianto dalam salah satu kampanye mengatakan akan memproduksi mobil nasional jika nantinya terpilih. Demikian disampaikan Prabowo saat melakukan kampanye di Sumatera Selatan.

"Saya berjanji, saya akan memproduksi mobil sendiri di Indonesia. Bukan mobil etok-etok (bohongan). Saya ingin bangsa ini, Indonesia dihormati oleh negara lain," kata Prabowo, seperti dikutip dari detiknews, Rabu (4/10) / 2019).

Sejauh ini belum ada merek mobil nasional yang sebenarnya sudah dilakukan di dalam negeri. Pada waktu itu ada merek Timor yang diklaim Tommy Soeharto tetapi sayangnya itu tidak bertahan lama.

Timor tidak sepenuhnya murni karena diketahui hanya rebadge sedan Kia. Kemudian tombol & # 39; Kia & # 39; emblem diganti dengan merek Timor. Kia dipilih karena mengizinkan Timor untuk mengganti lambangnya sehingga tidak terlihat seperti mobil.

Kemudian sebuah mobil muncul dari anak-anak sekolah kejuruan di seluruh Indonesia bernama Esemka. Sayangnya, sampai sekarang Esemka belum muncul. Meskipun berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan, delapan mobil Esemka telah lulus Tes Tipe pada Agustus 2018. Variannya adalah mobil penumpang dan mobil komersial. Ini berarti bahwa mobil Esemka dapat diproduksi secara massal dan kemudian dijual di pasaran.

Hingga saat ini belum ada pihak Esemka yang dapat mengkonfirmasi hal ini. Tapi itu terlihat di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi yang sudah dipenuhi dengan pickup Esemka di sana.

Bukan rahasia lagi bahwa jalanan di Indonesia sekarang dipenuhi dengan mobil-mobil buatan Jepang, Eropa, Amerika, dan Korea Selatan. Bahkan yang terbaru, pabrikan mobil Cina ingin ikut mengambil bagian dari penjualan mobil di negara tersebut. (kering / ddn)