Anggota dari Indonesia Rush Club Terios (TeRuCi) menggunakan bahan bakar oktan 92.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kenaikan harga BBM dalam seri Pertamax beberapa waktu lalu tidak menyurutkan orang menggunakan bahan bakar oktan tinggi. Salah satu penyebabnya, karena industri otomotif memang mendorong pemilik kendaraan bermotor untuk mengisi dengan bahan bakar berkualitas. "Dalam buku panduan ada tertulis. Bahan bakar yang digunakan harus paling sedikit 92 oktan," kata Ketua Umum dari Indonesian Terios Rush Club (TeRuCi), Budi Sunarto di Jakarta, Selasa (23/10).

Karena itu, menurut Budi, hampir semua anggota TeRuCi yang berjumlah sekitar 2.700 orang menggunakan BBM dengan oktan di atas 92. Sedangkan sisanya, yang 10 persen, menggunakan bahan bakar RON 92 dan sedikit yang menggunakan RON 90 BBM. anggota. Jika dihitung, sekitar 90 persen dari anggota TeRuCi saat ini menggunakan BBM dengan RON di atas 92, "lanjutnya, dalam rilis ke Republika.co.id.

Karena itulah Budi yakin bahwa anggota TeRuCi dan juga pemilik Terios dan Rush lainnya di Indonesia, tidak akan beralih menggunakan BBM dengan angka oktan yang lebih rendah. Selain rekomendasi pabrikan, juga karena pemilik kendaraan bermotor merasakan manfaat bahan bakar berkualitas tinggi, yaitu bahan bakar dengan oktan minimal 92.

"Anggota TeRuCi sering berkumpul, mengadakan tur, dan juga diskusi melalui WhatsApp Group. Dari pembicaraan yang ada, tidak ada yang mempertanyakan kenaikan harga. Mereka lebih suka membahas kelebihan BBM RON yang tinggi," lanjut Budi.

Budi menambahkan, anggota TeRuCi memang mendapat manfaat dari bahan bakar dengan oktan minimal 92. Dan manfaatnya dirasakan ketika para anggota melakukan tur ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk mereka dengan medan yang sangat menantang, seperti tanjakan yang tajam dan panjang. "Di Wonosobo dan Bromo, dengan bahan bakar oktan di atas 92, kami hanya dengan ringan melewati berbagai tanjakan di daerah itu. Kami bahkan dapat mendaki dengan peralatan ketiga," kata Budi.

Di sisi lain, Budi juga membantah penggunaan bahan bakar oktan tinggi itu sangat boros. Memang, lanjutnya, jika dilihat dari harga satuan per liter, harga bahan bakar oktan tinggi sedikit lebih tinggi daripada oktan yang lebih rendah. Tapi jangan lupa, bahwa penggunaan kendaraan dalam jangka panjang. Dengan mesin yang lebih terjaga, bahan bakar beroktan tinggi sebenarnya jauh lebih ekonomis. "Belum lagi konsumsi yang juga termasuk ekonomis, bisa mencapai 1:15," jelasnya. JAKARTA