Standar keamanan ini akan dikembangkan dalam membuat aturan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tiga pabrikan otomotif besar termasuk General Motors (GM), Ford, dan Toyota, membentuk konsorsium yang akan mengembangkan standar keselamatan mobil tanpa pengemudi. Standar ini kemudian diserahkan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai referensi untuk peraturan baru.

"Untuk mempercepat pengembangan standar yang dapat mengarah pada pembuatan regulasi," kata Ketua Teknologi Kendaraan Otonomi Ford, Randy Visintainer, seperti dilansir Reuters, Sabtu (6/4).

GM, Ford, dan Toyota mengumumkan melalui pernyataan bersama bahwa mereka bergabung dengan Society of Automotive Engineers (SAE) International untuk membuat "panduan dasar untuk keselamatan kendaraan self-driving yang menginformasikan pengembangan sesuai dengan standar."

Pembuat kebijakan di AS sedang mencoba membuat aturan tentang mengemudi sendiri. Sementara negara lain juga memantau perkembangan teknologi sebelum membuat regulasi terkait mobil otonom.

Pada 2018, anggota parlemen AS tidak meratifikasi undang-undang untuk mempercepat pengenalan kendaraan tanpa kemudi dan tanpa kendali manusia. Namun, rancangan peraturan tersebut dapat diajukan kembali pada akhir 2019 di AS.

Sebelum mengajukan referensi untuk suatu undang-undang, konsorsium otomotif harus menentukan skala prioritas, mulai dari sistem berbagi data, sistem interaksi mobil dengan pengguna jalan lain, dan pedoman pengujian kendaraan.