Jakarta –

Pandemi virus Corona, yang memasuki Indonesia pada Maret 2020, menyebabkan industri otomotif mengalami guncangan hebat. Dalam industri roda dua misalnya, penurunan penjualan sepeda motor mulai terasa setelah Maret, di mana April hanya membukukan 123.782 unit dan pada Mei 21.851 unit. Sebagai perbandingan pada bulan Maret, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) masih mendistribusikan 561.739 unit.

"(Efek wabah virus Corona-Red) penjualan pasti akan turun. Mei adalah yang terendah. Mungkin itu turun hampir sama dengan ketika kerusuhan 1998 terjadi," kata
Kepala Bagian Penjualan & Promosi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Michael C. Tanadhi, ditemui detikOto di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurut Michael, banyak faktor yang menyebabkan penjualan sepeda motor menjadi sepi di tengah pandemi. Terlepas dari perubahan dalam kebutuhan utama masyarakat, penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) membuat banyak dealer sepeda motor mati sementara.

"Partai besar Kawasaki sendiri, kami turun 70 persen pada Maret hingga April. Kemudian pada Mei kami turun sama seperti penjualan sepeda motor nasional, 95 persen," lanjut Michael.

Meskipun telah turun pada bulan April dan Mei, Michael bisa sedikit lega melihat kinerja penjualan sepeda motor Kawasaki pada bulan Juni yang mulai merayap karena kedatangan era normal baru.

"Juni, kami mulai membaik, PSBB akhirnya digantikan oleh transisi PSBB. Kemudian di beberapa tempat tidak ada PSBB. Itulah yang membuat penjualan sedikit lebih baik di bulan Juni," katanya.

"Inilah yang kita bicarakan tentang penjualan ritel. Karena jika partai besar kita tidak memiliki kekuatan untuk mengirim barang ke dealer. Pada Juni penjualan kita naik 30-40 persen dari Mei. Hampir sama dengan produsen lain," lanjut Michael.

Model Kawasaki terlaris masih didominasi oleh KLX, W175, dan Ninja 250. "Kontribusi KLX adalah 70 persen, W175 15 persen, lalu Ninja 15 persen. Kami masih berharap bahwa pada awal 2021 pasar dapat kembali normal, " dia berkata.

Tonton Video "WHO: Corona Virus Threatens & # 39; Sangat Nyata & # 39; Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / lth)