Jakarta –

Kendaraan Taktis Maung (Rantis) secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, membawa mesin Toyota Hilux 2.400 cc Turbo Diesel. Meskipun demikian, PT Pindad memastikan bahwa Maung tidak akan selalu menggunakan Toyota Hilux.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Presiden Bidang Inovasi PT Pindad (Persero), Windhu Paramarta, kepada detikOto, di Bandung, Jawa Barat.

"Maung adalah prototipe dengan mesin diesel turbo 2.400 cc dan prototipe ini menggunakan mesin Toyota Hilux. Di masa depan Maung tidak akan mengesampingkan mesin apa pun yang dapat dipasok oleh ekosistem industri otomotif di Indonesia," kata Windhu.

Windhu menjelaskan bahwa tidak ada pertimbangan khusus untuk menggunakan mesin Toyota Hilux.

"Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus untuk dapat mengimplementasikan mesin Toyota Hilux. Karena pada saat itu memang ada mesin ini (mesin Toyota Hilux). Tetapi mesin ini sudah dimodifikasi," tambah Windhu.

Dikutip dari situs resmi Pindad, tes Maung oleh Menteri Pertahanan Prabowo dilakukan setelah diskusi antara Prabowo dan Abraham pada hari Jumat, 10 Juli 2020 di Sesko TNI, Bandung. Selama diskusi, Prabowo tertarik untuk menguji Maung.

Kendaraan rantis 4×4 buatan PT Pindad (Persero) telah diuji dan dipesan 500 unit oleh Menteri Pertahanan Prabowo. Tidak hanya itu, Pindad juga memberikan opsi jika Maung juga akan dibuat varian sipil dan dirilis ke masyarakat. Foto: Agung Pambudhy / detik.com

Sebelum pengujian, Pindad menyajikan kekuatan Maung. Pengujian awal dilakukan di medan datar, di jalan yaitu jalan aspal dan paving. Maung diklaim mampu bergerak secara taktis dengan memperhatikan aspek kenyamanan. Pengujian pada medan datar mencakup beberapa indikator, yaitu kecepatan, akselerasi, manuver putaran, manuver nomor 8, aspek pengereman dan keselamatan.

Maung juga bisa dilepas dari pintu dalam waktu kurang dari lima menit. Dengan pintu dilepaskan, Maung dapat menjadi kendaraan tanpa pintu dalam waktu singkat. Pemasangan pengembalian juga cepat.

Setelah melakukan pengujian di medan yang datar, Maung diuji di medan yang sulit atau off road. Jalur yang diambil oleh Maung adalah medan yang sulit, yaitu jalur berbatu kecil, kemudian jalur berbatu besar, lereng curam, jalan berlumpur dan dataran licin menuju sungai dangkal. Karena ketangguhannya, Maung berhasil menaklukkan semua rintangan. Bahkan, Maung sengaja ditempatkan di jalur berlumpur dengan dominasi air untuk menguji ketangkasan dan keandalan di medan yang sulit dan licin.

Abraham kemudian mengundang Prabowo untuk mengujinya secara langsung. Prabowo bersedia mengendarai mobil buatan Pindad.

Kendaraan rantis 4×4 buatan PT Pindad (Persero) telah diuji dan dipesan 500 unit oleh Menteri Pertahanan Prabowo. Tidak hanya itu, Pindad juga memberikan opsi jika Maung juga akan dibuat varian sipil dan dirilis ke masyarakat. Foto: Agung Pambudhy / detik.com

"Pada akhir tes, Menteri Pertahanan mengadakan diskusi singkat dengan Abraham Mose dan menghargai kinerja Maung. Dia menganggap bahwa Maung memiliki kemampuan yang baik untuk melewati medan yang sulit dan cocok untuk kendaraan transportasi infantri," tulis Pindad di situs resminya.

Mobil Maung 4×4 buatan Pindad diklaim memiliki keunggulan utama menabrak medan yang sulit. Meski begitu, Maung dapat dikendarai di jalan aspal dan dapat dikendarai hingga kecepatan aman 120 km / jam. Mobil dengan transmisi manual 6 kecepatan mampu mencapai jarak tempuh hingga 800 km. Maung dapat dilengkapi dengan braket senjata 7,62 mm, konsol SS2-V4, perangkat navigasi GPS dan pelacak kendaraan dan peralatan lainnya.

Tonton Video "PT Pindad Siap Menghasilkan 40 Ventilator Per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)