Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Anies memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) seperti awal Corona pada April bulan lalu. Total PSBB ini akan dimulai pada 14 September 2020.

“Dalam rapat Satgas siang tadi disimpulkan kita akan mencabut rem darurat, artinya kita terpaksa menerapkan kembali PSBB karena di awal-awal pandemi, bukan lagi PSBB transisi, tapi harus kita laksanakan. PSBB seperti dulu, "kata Anies saat konferensi. pers di Balaikota Jakarta, Rabu (9/9).

Demikian menurut Anies & # 39; Pernyataan di atas, pedoman PSBB yang diterbitkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada bulan April kembali berlaku. Salah satunya, mengatur keberadaan ojek online, para pengemudi ojol tetap bisa bekerja namun dilarang mengangkut penumpang.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Anies terkait larangan operasional ojol. Namun, mengingat adanya pembatasan operasional angkutan umum, pencabutan ganjil genap, dan peraturan kerja dari rumah, sangat mungkin ojol akan dilarang mengangkut penumpang kembali.

Berikut poin-poin yang mengatur permasalahan operasional ojek online di PSBB pertama:

– Ojek online masih bisa beroperasi hanya untuk mengantarkan barang (delivery)

– Ojek online tidak bisa naik bersama

Merujuk pada ketentuan PSBB pada April lalu, Pemprov DKI Jakarta meminta Gojek dan Grab untuk menutup layanan ojol antar penumpang, sedangkan layanan pengiriman barang dan makanan masih dibuka. Kemudian pada masa transisi PSBB pada 5 Juni – 9 September, layanan penumpang diperbolehkan kembali hingga sekarang.

Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Aksi Gabungan Roda Dua (Garda), mengatakan dengan diterapkannya PSBB secara total, otomatis akan menurunkan pendapatan seperti saat pertama kali PSBB diterapkan di Jakarta.

“Diperkirakan penghasilan kita bisa turun lagi 70-80%, hanya 20-30% dari biasanya. Ini yang juga perlu kita minta program bantuan kembali untuk tukang ojek online, baik dari pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya. dia berkata. Igun saat dihubungi detikOto, Kamis (10/9).

Anies juga akan membatasi tempat hiburan, rekreasi, restoran, perkantoran, tempat ibadah, dan berbagai kegiatan bisnis yang tidak esensial. Meski begitu, 11 bidang usaha seperti kesehatan, pangan, komunikasi, keuangan dan logistik masih bisa aktif namun masih dibatasi sesuai protokol kesehatan COVID-19.

Tonton video "Anies Mengutip Pesan Jokowi tentang Kesehatan Sebagai Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)