Balikpapan – Salah satu acara kontes modifikasi terbesar di Indonesia, Indonesia Automodified (IAM) MBTech 2019 merapat ke pulau Kalimantan, tepatnya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kota Minyak ini menjadi tujuan keempat dalam seri IAM 2019 yang diadakan pada 6 hingga 7 April 2019 di Balikpapan Ocean Square.

"Balikpapan memiliki total 80 peserta, termasuk Daihatsu Dress Challenge, sekitar 35 atau 36," kata Panitia Pelaksana Husna Sugiyama kepada AFP di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (24/3/2019).

Kompetisi modifikasi ini juga memperebutkan lebih dari 150 penghargaan atau piala bergengsi. 150 penghargaan ini adalah penghargaan untuk mobil modifikasi yang bersaing dengan berbagai aliran, termasuk kuda-kuda / fitment, balap jalanan, balap, reli, off-road, VIP, anggun, JDM, klasik, retro, eksotik, kinerja, hingga ekstrem.

"Peringkat teratas didasarkan pada kualitas dan kelengkapan modifikasi di delapan sektor yang meliputi Keseluruhan Bangun, Eksterior, Cat, Mesin, Undercarriage, Interior, Audio & Video Mobil, serta tampilan atau Presentasi," kata Husna.

Dia lebih lanjut menjelaskan aliran modifikasi di daerah yang dijuluki City of Oil sebagai beragam kota yang pernah dikunjungi oleh IAM sebelumnya.

"Jika modifikasinya hampir sama dengan kota-kota lain, tidak ada yang menjadi ciri khas Balikpapan, sejauh ini modifikatornya benar-benar bagus, tapi sayangnya tidak ada unsur budaya di sini, kalau kemarin ada elemen ukir di Yogyakarta," kata Husna .

Kontes modifikasi IAM dibagi menjadi kelas Pemain dan Tuner. Untuk kelas Player tidak ada batasan untuk modifikasi mobil selain peraturan IAM MBTech umum tahun ini karena tidak diperbolehkan untuk mengubah dan menambah jarak sumbu roda.

Husna melanjutkan bahwa kelas Tuners adalah modifikasi non-ekstrim dan masih berfungsi sebagai kendaraan harian. Di kelas ini, ada sejumlah batasan yang tidak boleh dilewati melalui aturan yang telah ditentukan seperti konversi tubuh, pilar yang hilang, bukaan engsel pintu dan tas, dan penggunaan bermotor. (riar / lth)