Jakarta – Transmisi tipe Continuous Variable Transmission atau yang biasa disebut CVT dikatakan memiliki keunggulan yang dapat membuat berkendara lebih nyaman.

Dengan transmisi CVT, perubahan gigi lebih mulus. Meskipun tidak semua mobil di era sekarang sudah mulai membawa banyak transmisi CVT.

Transmisi CVT tidak selalu mulus, ada juga kelemahannya. Mengutip Perbaikan Transmisi Bersertifikat, Minggu (24/2/2019), kelemahan utama CVT adalah harga mahal. Ketika mobil membawa transmisi CVT, harga jualnya bisa melambung tinggi.

Belum lagi jika sudah rusak, biaya penggantiannya cukup menguras tenaga. Situs tersebut menyebutkan bahwa ketika perubahan CVT gagal, pemilik mobil harus membayar 3.000-5.000 dolar atau setara dengan Rp. 42-70 juta.

Suku cadang yang diatur dalam transmisi CVT sangat mahal dan sulit untuk menggantinya dengan yang lain, terutama mengakali mereka. Kelemahan lain dari transmisi CVT adalah tidak dapat menahan daya seperti transmisi manual atau otomatis biasa. Inilah sebabnya mengapa transmisi CVT jarang digunakan pada mobil berkinerja tinggi.

Namun, transmisi CVT disebut untuk membuat mobil lebih irit bahan bakar. Sebagian besar mobil yang membawa transmisi CVT menjadi mobil paling ekonomis.

Mobil hybrid juga membawa transmisi CVT untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar. Keuntungan lain adalah kenyamanan saat mengganti gigi.

Jika transmisi otomatis normal ketika perubahan gigi masih terasa, tidak dengan CVT. CVT dapat memberikan rasio gigi yang tepat sehingga perubahan gigi lebih mulus. (kering / ddn)