Jakarta – Meski dikenal sebagai produk mobil komersial, Isuzu juga memiliki kendaraan penumpang. Pecinta otomotif di Indonesia tentu tidak asing dengan nama Isuzu Panther yang telah diaspal dengan generasi pertama di awal 90-an.

Isuzu Panther mendapat sambutan yang baik di pasar Indonesia hingga terus diperbarui hingga 4 kali. Namun, melihat tren dan peraturan pasar, kemungkinan model ini tidak akan diperbarui oleh Isuzu di Indonesia.

"Pasar hanya tinggal di Indonesia, untuk penjualan jika dihantam oleh Euro 4, titik henti ada di sana. Apakah kita punya mesin ekonomis satu hari untuk volume MPV menggunakan mesin lain? Kita akan lihat," kata GM Marketing Divisi PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril ketika meluncurkan Kepala Traktor GIGA Isuzu Baru, Rabu (24/1/2019) di area Senayan, Jakarta Selatan.

Asril menambahkan, Isuzu Panther dapat dihadirkan kembali asalkan ada pasar lain selain di Indonesia yang membutuhkannya. "MPV ini adalah pasar terbesar di Indonesia. Isuzu didasarkan pada truk, mesin komersial. Itu menjadi kendala jika kita berinvestasi di Panther yang berarti khusus untuk Indonesia. Dalam volume lagi nanti, jika di negara lain memiliki varian serupa menggunakan mesin yang sama bisa jadi investasi akan lebih ringan, "katanya.

Selain itu tren MPV yang mulai beralih ke SUV adalah alasan lain bagi Isuzu untuk melanjutkan nama Isuzu Panther di Indonesia. "Nanti, jika Anda melihat tren MPV sedang ini, itu akan terus menurun dan bergerak ke arah SUV," kata Asril.

Hingga saat ini, model Isuzu Panther terbaru yang diproduksi sejak 2005 masih aktif di pasar Indonesia. Namun, penjualan terus menurun, terkikis oleh model terbaru dari berbagai merek otomotif di Indonesia.

Dari 2017 hingga 2018 penjual Isuzu Panther turun menjadi 17,2 persen. Pada 2017 Isuzu Panther menjual 1.147 unit sedangkan pada 2018 turun menjadi 950 unit. (rip / rgr)