Jakarta –

Rem tangan manual semakin langka di mobil yang diproduksi dan dijual di pasaran. Di Inggris, rasionya kini 3 dari 4 mobil yang dijual adalah mobil yang menggunakan sistem rem tangan elektronik.

Berdasarkan hasil studi CarGurus yang dilakukan di Inggris, sudah ada 3 merek yang tidak lagi menyediakan tuas rem tangan pada mobil yaitu Mercedes-Benz, Honda, dan Volvo. Dari 506 model yang terjual, hanya 121 model yang masih menawarkan tuas rem tangan atau hanya 24 persen.

Angka ini terus menurun sejak 2018, yakni masih berkisar 37 persen. Pada 2019, hanya 30 persen yang terjual dengan tuas rem tangan sebelum 2020, hanya tersisa 24 persen.

Dalam 12 bulan terakhir saja ada beberapa model yang baru saja melepas model rem tangan dari penjualan. Mereka adalah BMW 1 Series, BMW 3 Series, Peugeot 208, dan Nissan Juke buatan Inggris. Hanya merek Dacia yang memiliki opsi rem tangan manual di setiap modelnya saat ini.

Opsi rem tangan manual pada mobil hanya untuk model sporty berperforma tinggi atau mobil kecil dengan harga murah. Sebut saja Mazda MX-5 convertible dan performa BMW M2 yang masih menggunakan tuas rem tangan.

Rem tangan elektronik memang menjadi favorit pasar karena sangat praktis digunakan. Tekan saja tombolnya dengan sedikit tenaga dan ban mobil tidak akan berputar.

Keuntungan lain dari rem tangan elektronik adalah biasanya dilengkapi dengan fitur bantuan penahan bukit. Fitur ini sangat berguna saat akan melewati tanjakan atau turunan agar berkendara lebih nyaman.

Sedangkan rem tangan manual yang menggunakan tuas membutuhkan sedikit tenaga untuk menariknya. Selain itu, bagi sebagian orang ada kesenangan menggabungkan fungsi rem tangan dengan manuver mobil seperti drift.

Jika detikers lebih suka menggunakan rem tangan manual atau rem tangan elektronik?

Tonton Video "Kisah Seorang Pengusaha Muda Memiliki Mobil Bekas Presiden Soeharto"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)