Jakarta –

Pelonggaran pajak nol persen untuk mobil baru membutuhkan jaminan segera. Direktur Jenderal Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier berharap Kementerian Keuangan segera mengeluarkan keputusan untuk melonggarkan diskon mobil baru.

“Sekarang yang penentu ada on demand, bagaimana masyarakat juga bisa menggerakkan perekonomian. Tentu perlu satu upaya. Bagaimana kita mengusulkan upaya pengurangan pajak, pajak PPnBM, pajak daerah, PPN bukan industri, kalau pajak badan dibiarkan tinggal pajak bea masuk saja., ”kata Taufik dalam webinar bertema Prospek Pemulihan Ekonomi Sektor Industri Otomotif Nasional, Rabu (14/10/2020).

“Mudah-mudahan menteri keuangan tidak butuh waktu lama untuk mengeluarkan instrumen itu, sebenarnya kami minta sampai Desember,” lanjutnya.

Bahkan pada September 2020, penjualan mobil di pasar domestik memecahkan rekor dengan angka wholesale (distribusi pabrik ke dealer) hampir 50 ribu unit, terbanyak sejak April 2020.

Namun, penjualan eceran memiliki perbedaan besar dengan partai besar, karena banyaknya konsumen yang menahan pembelian mereka. Untuk partai besar (September) angkanya meningkat menjadi 30,3% atau 48.554 unit. Sedangkan ritel (distribusi dealer-ke-konsumen) naik menjadi 15,2% atau 43.362 unit.

“Kalau dilihat ada perbedaan yang cukup tajam, sekitar 5.700 unit. Itu mungkin karena masyarakat masih sedikit yang ditahan, karena kemarin ada wacana tentang hak pajak 0 persen. Itu sangat berdampak,” kata Sekretaris. Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Kukuh Kumara, kepada detikoto beberapa waktu lalu.

Kementerian Perindustrian hanya meminta pelonggaran pajak hingga akhir 2020. Pelonggaran pajak tidak bisa ditunda lagi. Taufik mengatakan butuh dukungan dari kementerian terkait agar bisa fokus pada permintaan. Pasalnya, hampir 1,5 juta pekerja dan subsektor hingga IKM berada di bawah industri otomotif.

"Hampir 1,5 juta orang tinggal di sana, IKM juga ada, sektor lain seperti karet, besi, baja, juga ada. Kalau naik, subsektornya juga naik."

“Yang terpenting adalah menghasilkan permintaan, permintaan sebagai penggerak, jika permintaan bergerak, apa yang kita sediakan sebelumnya, setidaknya, memiliki kegunaan yang cukup kuat, sehingga jika kelas menengah kita setidaknya uang tidak dimasukkan ke dalam Bank. Beli mobil karena ada relaksasi berupa insentif pajak, ”kata Taufik.

Terkait hal tersebut, Kukuh berharap pemerintah bisa tegas dengan mempercepat pemberian insentif, mengingat saat ini industri otomotif Tanah Air sedang dalam proses pemulihan.

“Karena kita perlu memulihkan perekonomian, bukan hanya penjualan mobil. Mudah-mudahan segera ada kabar baik, karena kali ini semakin pendek. Tahun 2020 tidak jadi 3 bulan,” jelas Kukuh.

Tonton Video "Kementerian Perindustrian Mengatakan Aturan IMEI Tidak Efektif dalam Memblokir Ponsel BM"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lth)