Jakarta –

CEO Tesla Inc., Elon Musk, dikabarkan mengalami peningkatan kekayaan yang signifikan. Sekarang Elon Musk bahkan lebih kaya daripada pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, Warren Buffet.

Menurut Bloomberg Billionaire Index, kekayaan Musk naik sebesar USD6,07 miliar (sekitar Rp8,8,620 triliun) pada hari Jumat (10/7). Kekayaan Musk membengkak sejalan dengan melonjaknya nilai saham Tesla menjadi 10,8%.

Sementara kekayaan Buffett jatuh awal pekan ini, ketika miliarder itu, yang dikenal sebagai dermawan, menyumbangkan USD 2,9 miliar sahamnya di Berkshire Hathaway, untuk amal.

Saham Tesla Inc. telah meningkat hingga 500% selama setahun terakhir karena pembuat mobil listrik ini telah meningkatkan penjualan sedan Model 3-nya.

Penjualan sedan listrik termurah Tesla juga menghasilkan Elon Musk total USD 1,8 miliar dalam dua bulan terakhir.

Pada 1 Juli, saham Tesla naik 38%, sehari sebelum perusahaan melaporkan angka pengiriman mobil triwulanan.

Peningkatan saham Tesla pada awal Juli 2020 membuat pabrikan ini perusahaan otomotif paling berharga yang mengalahkan Toyota. Nilai kapitalisasi Tesla meroket menjadi USD 209,5 miliar, mengalahkan Toyota, yang memiliki penilaian USD 202 miliar.

Ekspansi pasar Tesla akan semakin intens di masa depan. Elon Musk berencana untuk membangun pabrik Tesla Gigafactory kedua di wilayah Asia. Elon Musk juga menegaskan, lokasinya berada di luar China.

Berita itu dilaporkan oleh Elon Musk melalui akun media sosial Twitter pribadinya. Seseorang bertanya, "Akankah Tesla memperluas pabrik besar di wilayah Asia di luar Cina?" akun tweet bernama @ spaceguy_24.

"Ya, tapi sebelum itu kita harus berurusan dengan Giga Berlin dan Giga kedua di Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan di kawasan Amerika Utara," kata Elon Musk seperti yang terlihat oleh AFP, Rabu (8/7/2020).

Lihat video "Elon Musk & # 39; Tinggalkan & # 39; dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)