Jakarta –

Segmen motor trail 150 cc di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya Honda CRF150L (2017) dan Yamaha WR155R (2019). Sebelum kedua sepeda motor ini ada, segmen petualangan ini hanya diisi oleh Kawasakai KLX 150 dan pabrikan lokal Viar, dengan andalan model Cross X 150. Lalu seperti apa rasa berkendara dan performa dari Honda CRF150L dan Yamaha WR155R? Bisakah itu bersaing dengan pemain lama? Ini ulasannya.

1. Desain

Secara umum, CRF150L dan WR155R memiliki desain yang identik dengan kebanyakan sepeda motor trail. CRF150L yang kami uji adalah kombinasi merah dan putih, dengan beberapa garis hitam. Bagian yang mencolok, tentu saja, adalah suspensi depan yang sudah menggunakan tipe terbalik emas. WR155R yang kami uji muncul dalam warna pemenang & # 39; biru & # 39 ;. Kualitas build motor ini cukup kokoh, dengan bahan plastik yang tebal. Suspensi depan WR155R masih mengadopsi tampilan teleskopik, sehingga suspensi depan masih kalah berotot dibanding CRF150L. Satu hal yang menarik dari WR155R adalah bahwa silinder knalpot terletak di sebelah kiri.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

2. Posisi Berkendara

Sebelum meninjau posisi mengemudi kedua motor ini, perlu diketahui terlebih dahulu dimensinya. Di atas kertas, CRF150L berukuran panjang x lebar x tinggi, 2.119 x 793 x 1.153 mm, dengan tinggi jok 869 mm, jarak terendah ke tanah 285 mm, dan berat 122 kg. Sedangkan WR155R memiliki spesifikasi panjang x lebar x tinggi 2.145 x 840 x 1.200 mm, dengan tinggi jok 880 mm, jarak terendah ke tanah 245 mm, dan berat 134 kg.

Seperti sepeda motor petualang, dua sepeda motor buatan Jepang ini menawarkan posisi mengendarai yang gagah, memaksa tubuh pengendara berdiri tegak dan tangan terbuka lebar. Dengan posisi mengemudi yang mumpuni, jangkauan mata pengendara lebih lebar, sehingga sangat membantu saat mengendarai kemacetan atau ketika Anda ingin menyalip kendaraan lain.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

Penguji yang memiliki profil tinggi 165 cm dan bobot 74 kg ini masih cukup nyaman saat duduk di atas CRF150L. Artinya kaki masih lebih rata di atas permukaan aspal. Saat saya beralih ke WR155R, motornya terasa sangat tinggi dan lebih berat, ditambah setang juga terlihat lebih panjang, sehingga posisi tangan lebih lebar. Namun, posisi berkuda WR155R yang membuat jinjit balet pengguna & # 39; bisa diakali dengan mengatur preload shock absorber belakang agar lebih rendah.

3. Fitur

Sebagai penantang yang muncul kemudian, WR155R hadir dengan beberapa fitur yang lebih unggul dari ukuran sepeda motor petualangan. Misalnya pada panel instrumen lebih informatif dengan adanya odometer, trip meter, indikator konsumsi bahan bakar rata-rata, indikator transmisi, jam, dan posisi gigi. Sedangkan panel instrumen CRF150L tampil lebih simpel dengan pengukur kecepatan, pengukur perjalanan, dan status bahan bakar. Dari sektor mesin, WR155R hadir dengan fitur VVA (Variable Valve Actuation) dan sistem pendingin radiator yang lebih canggih. Sedangkan CRF150L unggul di sektor suspensi depan yang mengadopsi upside down.

4. Performa dan Penanganan

Honda CRF150L dibekali mesin pacu silinder tunggal 149 cc, SOHC, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 9,51 kW pada 8.000 rpm dan torsi puncak 12,43 Nm pada 6.500 rpm. Sedangkan Yamaha WR155R mengusung mesin 155 cc, SOHC, silinder tunggal, 4 katup yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 12,3 kW pada 10.000 rpm dan torsi maksimal 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Saat kami coba mengemudikan CRF150L untuk aktivitas sehari-hari, performa mesin ini sudah cukup, tapi tidak terlalu istimewa. Apalagi transmisinya hanya 5 percepatan, jadi nafas tidak terlalu lama. Satu hal yang menjadi catatan kami, saat motor dipancing dengan kecepatan 80 km / jam ke atas, getaran terasa di setang. Tidak ada catatan khusus di sektor peredaman, suspensi depan upside down dan suspensi belakang monoshock CRF150L cukup empuk digunakan untuk melibas jalan aspal. Jika ada yang kurang, ada opsi pengaturan preload di suspensi belakang.

Beralih ke & # 39; kokpit & # 39; dari WR155R, meski cukup tinggi dan berat, motor ini menawarkan performa mesin yang superior. WR155R memiliki akselerasi yang baik karena didukung oleh teknologi VVA (Variable Valve Actuation) yang mempertahankan daya optimal di setiap rentang putaran mesin, terutama ketika transmisi 6 kecepatan, sehingga nafas lebih panjang. Saat menghadapi jalanan ibu kota dengan karakter stop n go-nya, motor ini juga terasa lebih awas. Dan tak disangka, suspensi depan dan suspensi belakang WR155 sangat nyaman digunakan untuk melibas jalanan rusak dan berlubang di Jakarta. Getaran yang dihasilkan juga terasa minimal.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

WR155 juga menyuguhkan performa superior saat melibas ringan medan off road. Motor ini unggul dalam teknologi, karakter mesin dan suspensi belakang. Namun kelebihan tersebut juga memiliki kelemahan. Mesin WR155 yang telah mengadopsi sistem pendingin radiator memang lebih optimal dibandingkan CRF150L yang masih menggunakan sistem pendingin udara. Tetapi untuk aktivitas trabas melalui hutan dan medan ekstrem, sistem pendingin radiator yang terbuka jelas rentan terhadap kerusakan dari batuan dan benda keras lainnya. Konstruksi mesin CRF150L yang lebih simpel tanpa radiator dikatakan lebih tangguh untuk blusukan.

5. Harga

Honda CRF150L ditawarkan dalam tiga pilihan warna yaitu extreme red, new extreme black, dan new extreme grey. Sepeda motor ini berharga Rp. 34.450.000 di jalan DKI Jakarta. Sedangkan Yamaha WR155 dibandrol dengan harga Rp. 36.900.000 pemesanan online on the road DKI Jakarta, dengan pilihan warna biru dan hitam.

[Gambas:Video 20detik]

6. Kesimpulan

Honda CRF150L dan Yamaha WR155R bisa menjadi pilihan terbaik bagi konsumen pemula yang ingin pindah kelas ke segmen motor trail. Bagi calon konsumen yang memiliki profil bodi tidak terlalu tinggi bisa memilih CRF150L yang lebih bersahabat untuk pemakaian sehari-hari. Sepeda motor ini juga lebih tangguh ketika datang ke medan ekstrem karena memiliki konstruksi mesin yang lebih sederhana. Namun jika Anda memiliki bujet lebih dan ingin merasakan teknologi terkini pada motor trail 150 cc, maka WR155 adalah pilihan yang tepat. Dengan selisih harga Rp 2.450.000 dari CRF150L, ​​WR155 menawarkan teknologi VVA, kapasitas mesin lebih besar, dan kinerja superior.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Lutfi Anshori

Data spesifikasi Honda CRF150L

Mesin
Jenis mesin: 4-Langkah, SOHC, satu silinder
Kapasitas mesin: 149 cc
Sistem suplai bahan bakar: PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
Diameter x langkah: 57,3 x 57,8 mm
Tipe transmisi: 5 kecepatan
Rasio kompresi: 9,5: 1
Daya maksimum: 9,51 kW @ 8.000 rpm
Torsi maksimum: 12,43 Nm @ 6.500 rpm
Tipe starter: Pedal dan elektrik
Jenis kopling: Manual, kopling basah multiplate
Sistem pendingin mesin: Pendingin udara
Pola perpindahan gigi: 1 – N – 2 – 3 – 4 – 5

Bingkai dan Kaki
Jenis rangka: Semi dobel cradle
Tipe suspensi depan: Suspensi depan teleskopik terbalik (diameter 37 mm & langkah 225 mm)
Tipe suspensi belakang: Suspensi mono dengan sistem suspensi Pro-link (travel axle 207 mm)
Ukuran ban depan: 2.75-21 45P (ban dalam)
Ukuran ban belakang: 4.1-18 59P (ban dalam)
Rem depan: cakram hidrolik (cakram bergelombang, 240 mm)
Rem belakang: cakram hidrolik (cakram bergelombang, 220 mm)

Dimensi dan Berat
Panjang x lebar x tinggi: 2.119 x 793 x 1.153 mm
Tinggi jok: 869 mm
Jarak sumbu roda: 1.375 mm
Jarak terendah ke darat: 285 mm
Berat trotoar: 122 kg

Kapasitas
Kapasitas tangki bahan bakar: 7,2 L
Kapasitas minyak pelumas: 1,0 liter (pergantian berkala)

Listrik
Jenis aki atau aki: MF Wet 12V 3.5Ah
Sistem pengapian: Full transisterized
Jenis busi: NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9

Data spesifikasi Yamaha WR155R

Mesin
Tipe mesin: Didinginkan cairan, 4-Tak, SOHC, 4 Katup, VVA
Jumlah / posisi silinder: Silinder tunggal
Diameter x Langkah: 58.0 x 58.7 mm
Sistem bahan bakar: Injeksi Bahan Bakar
Volume silinder: 155 cc
Rasio kompresi: 11.6: 1
Daya maksimum: 12,3 kW / 10.000 rpm
Torsi maksimum: 14,3 Nm / 6.500 rpm
Tipe Kopling: Tipe Basah Multi-plat
Tipe Transmisi: Manual
Pola Pengoperasian Transmisi: 1-N-2-3-4-5-6
Sistem starter: starter listrik
Sistem pelumasan: basah

Kapasitas
Kapasitas oli mesin: Total = 1,50 L; Berkala = 0,85 L; Ganti filter oli = 0,95 L
Kapasitas tangki: 8,1 liter

Dimensi dan Berat
Panjang x lebar x tinggi: 2.145 x 840 x 1.200 mm
Jarak sumbu roda: 1.430 mm
Jarak terendah ke tanah: 245 mm
Tinggi jok: 880 mm
Berat beban: 134 kg

Bingkai dan Kaki
Jenis rangka: Semi dobel cradle
Suspensi depan: Teleskopik 41 mm
Suspensi belakang: Monoshock
Ban depan: 2.75-21 45P
Ban belakang: 4.10-18 59P
Rem depan: cakram gelombang 240 mm
Rem belakang: cakram gelombang 220 mm

Listrik
Sistem pengapian: TCI / Transistor
Baterai: YTZ4V
Jenis busi: MR8E9

Tonton Video "Tips Merawat Kendaraan Agar Tetap Fit Saat PSBB Sudah Selesai"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)