Jakarta –

Sebagian besar jalan tol di Indonesia hanya dapat dilalui oleh mobil, kecuali untuk Jalan Tol Bali Mandara, Jalan Tol Suramadu dan Jalan Tol Balikpapan yang dapat dilewati oleh sepeda motor. Baru-baru ini seorang pengendara sepeda masuk ke bagian jalan tol.

Kejadian ini direkam dalam format video dan diunggah ke akun Instagram @jktinfo. Tampak santai pria yang mengendarai sepeda jadul atau dikenal dengan sepeda di tengah jalan.

Dia tidak berkerumun atau prosesi dengan sepeda lain selain mobil yang secara alami melewati jalan tol. Uniknya, di jalur cepat jalan bebas hambatan volume kendaraan relatif sepi dan relatif lambat di sekitarnya.

Melalui informasi tentang unggahan, video ini direkam di Jalan Tol Brebes-Cipali.

"Senin (20/7) seorang pengendara sepeda yang direkam sedang mengayuh sepedanya di Jalan Tol KM 262, Brebes – Cipali siang ini. Pengendara sepeda dalam video itu tampak dengan santai mengayuh sepeda di tengah jalan tol," video itu kata pernyataan itu ketika dilihat oleh AFP, Selasa. (21/7/2020).

Ketika dilacak oleh tim dari detiknews, pria ini ternyata memiliki gangguan kejiwaan. Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Kepala Cabang Jalan Pejagan-Pemalang (PPTR), Ian Dwinanto.

"Dia orang yang gila. Ketika ditanya nama alamatnya dia tidak menjawab. Tidak bisa diajak komunikasi," jawab Ian.

Ian menjelaskan bahwa pengendara sepeda itu melintasi jalan tol, Senin (20/7) kemarin sekitar pukul 14.00. Pengendara sepeda ini diamati melintasi dari barat (menuju Jakarta) menuju ke timur (menuju Semarang) di KM 264.600.

Pengendara sepeda berhasil diamankan di KM 266 setelah petugas patroli menerima laporan dan mengejarnya. Menurut Ian, orang ini memasuki jalan tol melalui jalan samping dengan memanjat dari jalan desa ke jalan tol sambil membawa sepedanya. "Naik melalui jalan samping. Dia mungkin naik ke jalan tol sambil membawa sepedanya," kata Ian.

Berdasarkan pasal 38 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol, sepeda jelas tidak termasuk dalam kriteria pengguna jalan tol.

"Jalan tol hanya ditujukan untuk pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih," bunyi ayat tersebut.

Sementara untuk denda baru ada untuk sepeda motor. Pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas dilarang memasuki jalan tol dan diancam oleh UU No. 22 tahun 2009 pasal 287

Dinyatakan bahwa setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan pesanan atau larangan yang dinyatakan oleh rambu lalu lintas atau marka jalan harus dihukum dengan hukuman penjara maksimum dua bulan atau denda maksimum Rp 500.000.

Lihat video "Pesepeda yang memasuki Jalan Tol Pejagan telah diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)