Jakarta – Peraturan tentang pelumasan Standar Nasional Indonesia (SNI) telah dikeluarkan. Mulai tahun 2019, semua pelumas yang dijual di Indonesia harus lulus sertifikasi dan memiliki label SNI.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 tahun 2018 tentang Penegakan Wajib Standar Pelumas Nasional Indonesia. Peraturan itu diumumkan pada 10 September 2018 dan berlaku mulai 10 September 2019.

Direktur Penjualan & Pemasaran PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa, mengatakan bahwa pelumas SNI dibutuhkan untuk perlindungan konsumen di Indonesia. Andria mengatakan, SNI ini akan mencegah peredaran pelumas palsu dan pelumas berkualitas rendah.

Andria mengatakan, pelumas Pertamina kini telah menerapkan SNI. Bahkan, katanya, Pertamina telah secara sukarela memberi label pelumasnya dengan SNI sebelum diminta oleh pemerintah.

"Setelah Pertamina, Federal juga punya SNI. Federal sama, sebelum SNI diwajibkan, dia punya SNI," kata Andria.

"Lalu kemarin saya melihat bahwa Shell telah diluncurkan, itu harus semua jika itu diperlukan. Anda diberi masa tenggang satu tahun, dalam waktu 1 tahun mereka pasti telah melakukan segalanya," katanya.

Ia mengatakan, penerapan SNI wajib tidak mempengaruhi harga. Harga pelumas Pertamina tetap sama meski sudah diberi label SNI.

"Tidak (harga naik). Karena biayanya tidak begitu besar," katanya. (rgr / ddn)