Jakarta – Tahun depan Indonesia memasuki tahun politik, yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024. Partai demokratis juga diprediksi akan mempengaruhi penjualan sepeda motor nasional. Artinya, pasar motor domestik diperkirakan akan lamban.

"Tahun politik adalah salah satu tantangan (penjualan sepeda motor) pada 2019," kata Direktur Keuangan PT Astra Honda Motor (AHM) Erik Sadikin pada Lokakarya Jurnalistik Industri 2018 bersama Astra International di FX Sudirman, Jakarta.

Menurut Erik, banyak calon konsumen sepeda motor akan menahan atau menunda pembelian di tahun politik. "Ini seperti jika tahun politik adalah & # 39; panas & # 39; tahun. Orang merasa bahwa mereka tidak aman untuk bisnis dan transaksi (barang mahal). Tentunya mereka menunda pembelian sepeda motor sampai kondisinya kondusif, "Erik menjelaskan.

Penjualan sepeda motor dijamin stabil jika proses politik di Indonesia berjalan lancar. "Seperti kemarin, pilkada serentak berlangsung lancar, sekarang otomatis (calon) konsumen tidak akan menunda pembelian sepeda motor," jelas Erik.

Meskipun akan menghadapi tahun politik, penjualan sepeda motor tahun depan diperkirakan akan stabil, bahkan melebihi penjualan tahun ini. "Jika ekonomi dan kondisi politik stabil, prediksi penjualan sepeda motor untuk tahun depan akan menjadi 6,2 hingga 6,3 juta unit," Erik menyimpulkan. (lua / lth)