Jakarta – Mobil Sedan adalah simbol kesuksesan seseorang di Indonesia. Tapi itu beberapa tahun yang lalu, Otolovers. Saat ini sedan dianggap sama dengan jenis mobil lainnya.

Terlebih lagi di sini, penjualan mobil jenis sedan semakin mengkhawatirkan. Orientasi orang Indonesia sebelum membeli mobil masih terpaku pada banyak muatannya. Sehingga mobil dengan kapasitas tujuh penumpang lebih laris.

"Memang, sayangnya di Indonesia, mungkin di masa lalu, 5-10 tahun yang lalu komposisi total pasar 4-5 persen mungkin 3-4 tahun lalu telah turun ke level 3 persen, sekarang sudah turun di bawah 3 persen, "jelas Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy setelah peluncuran Camry di Jakarta.

Mengutip data distribusi grosir dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia, penjualan sedan tahun ini telah menurun dibandingkan dengan 2017.

Dalam 12 bulan 2017, 8.335 unit sedan didistribusikan ke dealer di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2018, hingga November distribusi sedan hanya 6.268 unit.

Rasanya sulit untuk dapat melampaui pencapaian 2017 di segmen sedan. Alasannya adalah sulit menjual 1.000 sedan per bulan. Selama 11 bulan, sebagian besar sedan terjual 813 unit di bulan Mei. Maka semakin banyak penjualan di sini berkisar 400-500 unit per tahun.

Salah satu penjualan sedan adalah karena pajak. Pajak sedan lebih mahal daripada mobil seperti MPV. Padahal kapasitas mesinnya sama. Pajak yang mahal membuat harga jual sedan semakin melambung. (kering / ddn)