Tiga tip spesifik dalam merawat tampilan mobil agar tetap menarik dan aman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemilik kendaraan yang ingin menggunakan kembali kendaraannya setelah lama diparkir karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB), lebih baik memperhatikan penampilan kendaraan sebelum digunakan.

"Terkadang kita tidak menyadari penampilan bodi dan kaca depan sehingga tidak dirawat dengan baik. Pastikan kendaraan kita memiliki penampilan terbaik, bebas dari goresan, karat, dan jamur pada kaca depan," kata Kepala Seksi Mobil Bekas & Pengembangan Body Paint di PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Herli Barlian dalam keterangan resminya, Rabu (24/6).

Herli menyampaikan kiat khusus tentang merawat penampilan kendaraan dengan tiga cara aman. Pertama, singkirkan goresan pada bodi mobil. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa mencuci mobil terlebih dahulu di tempat / lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Setelah itu, gunakan senyawa untuk menghilangkan goresan dan goresan halus pada bodi mobil, gosok area menggunakan kain serat mikro atau busa halus dalam lingkaran dengan tekanan sedang hingga goresan tidak terlihat. Oleskan lilin khusus dengan busa halus untuk menyempurnakan hasil senyawa. Ulangi proses ini untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Kedua, cegah bodi mobil yang karatan. Bodi mobil yang berkarat dapat terjadi karena terkelupasnya lapisan pelindung cat logam pada mobil, sehingga logam tersebut terpapar ke udara luar yang menyebabkan munculnya karat.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini adalah menghindari parkir terlalu lama di tempat yang lembab. Segera cuci, terutama bagian bawah mobil jika terkena hujan, periksa karet atau daftar penahan air di pintu kaca dan segera ganti jika karet sudah bocor atau tidak fleksibel, dan segera bersihkan piring dengan bensin agar tidak berkarat jika ada goresan di cat atau mengelupas ke piring tubuh.

Ketiga, pertahankan kaca agar tidak mudah dibentuk. Kaca otomatis adalah salah satu komponen penting untuk melindungi pengendara, tetapi tetap harus memberikan visibilitas yang baik. Jika tidak dirawat dengan benar, kaca depan dapat ditutup dengan jamur yang disebabkan oleh sisa air kotor yang menempel pada kaca dan menjadi kotor dan ternoda saat kering. "Untuk menghindari ini, Anda dapat mengeringkan kaca sepenuhnya setelah mencuci mobil. Jangan biarkan tambalan air menempel dan mengeringkannya sendiri di kendaraan," kata Herli.

Selain itu, siram dengan air bersih jika mobil terkena hujan atau air kotor. Jika kaca depan berjamur, bersihkan gelas menggunakan alkohol dan gosok dengan kapas, ulangi prosesnya sampai kaca depan Anda benar-benar bersih dari jamur.

sumber: perantara