Jakarta – Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta memiliki 88 penyapu jalan atau kendaraan menyapu jalan untuk bekerja membersihkan jalan protokol. Untuk mengetahui, Road Sweeper yang dimiliki Jakarta saat ini adalah Dulevo seri 6000 dan 3000, serta Hino-Ceksan.

Waktu tempur kendaraan dimulai dari pukul 00.00 hingga 05.00 WIB, jadi tidak mengherankan bila pagi hari tidak lagi terlihat sampah di jalan yang dilalui oleh Penyapu Jalan.

"Kapasitas limbah untuk Dulevo 6000 dapat mencapai 6,2 meter kubik, sementara Dulevo 3000 dapat menampung 2,5 hingga 3 meter kubik. Untuk Hino-Ceksan, itu adalah 100 persen hampa udara, kapasitas sampah adalah 6 meter kubik, sementara kapasitas kecil sekitar 3 meter kubik. hingga 3,5 meter kubik, "kata Kepala Fasilitas dan Infrastruktur Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta, Hari Nugroho, kepada detikOto. Kendaraan besar ini dilengkapi dengan mesin diesel dengan kecepatan maksimum 40 km / jam. Sementara saat bekerja menyapu jalan, Badan Lingkungan membatasi dari 10 km / jam hingga 15 km / jam atau dengan kecepatan rata-rata 12,5 km / jam.

"Kemampuan satu unit Road Sweeper dengan waktu kerja 5 jam rata-rata 62,5 km, mengkonsumsi konsumsi bahan bakar (CBU besar kompak) sekitar 45 liter dari kapasitas tangki 100 liter," kata Hari.

Road Sweeper dianggap efektif untuk mengamankan sampah di jalan protokol. Masalahnya adalah truk ini dilengkapi dengan beberapa kemampuan seperti mesin sapu, penyemprot dan penyedot debu dan sampah. Ini berarti bahwa sekali pengoperasian ketiga hal ini dapat dilakukan sekaligus.

Selain tidak membahayakan petugas penyapu jalan manual dari serangan kendaraan, itu juga dianggap lebih modern. Mobil penyapu jalan telah didistribusikan ke seluruh wilayah kota, di semua suku layanan.

Juga tonton & # 39; Malam Penyapu Dunia & # 39 ;:

[Gambas:Video 20detik]

(riar / kering)