Jakarta –

Pemerintah sebagai penyelenggara jalan harus menjaga kondisi jalan. Soalnya, jalan rusak bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Menurut praktisi hukum yang juga Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, David Tobing, pemerintah dapat digugat jika meninggalkan jalan yang rusak dan tidak segera diperbaiki. Sebab, sesuai UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, operator jalan harus segera memperbaiki jalan rusak yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Jika tidak, akan ada sanksi sesuai dengan peraturan ini. Sesuai dengan Pasal 273 UU No. 22 tahun 2009, sanksi meliputi:

– Dihukum maksimal 6 (enam) bulan penjara atau denda maksimal Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) jika tidak segera memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan cedera ringan dan / atau kerusakan pada kendaraan dan / atau barang.
– dijatuhi hukuman penjara maksimum 1 (satu) tahun atau denda maksimum Rp.24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) jika menyebabkan cedera serius.
– dihukum penjara maksimum 5 (lima) tahun atau denda maksimum Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) jika orang lain meninggal dunia.
– Dihukum penjara maksimum 6 (enam) bulan atau denda maksimal Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) jika operator jalan tidak memberikan tanda atau rambu pada jalan rusak yang belum diperbaiki.

Menurut David, denda itu memang dibayarkan kepada negara. Tapi, bisakah korban kecelakaan karena jalan rusak menuntut kompensasi?

"Jika denda dikenakan sanksi kepada negara. Tetapi mereka yang kurang beruntung dalam menggunakan fasilitas tersebut dapat menuntut kerugian. Termasuk biaya medis," kata David.

Meski begitu, David juga menekankan bahwa harus dilihat kasus per kasus. Karena, kewajiban pengemudi adalah harus mengemudi dengan baik dan mematuhi peraturan lalu lintas.

"Ketika dia merasa dirugikan oleh kondisi jalan yang rusak, dia juga harus membuktikan bahwa dia telah mematuhi aturan," kata David.

Lihat video "Tingkat Kerusakan Jalan di Riau, Sampai Ditanam dengan Pisang dan Kelapa Sawit"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)