Jakarta –

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Nurhayati Monoarfa, mengangkat wacana tentang pembatasan sepeda motor di jalan nasional. Nurhayati ingin ruang sepeda motor dibatasi untuk mengatasi kekacauan kendaraan di jalan raya. Dia mengatakan bahwa jalan nasional di seluruh dunia tidak diizinkan untuk sepeda motor, terutama yang di bawah 250 cc.

"Mungkin itu yang harus kita siapkan untuk kendaraan roda dua ini. Di daerah mana kendaraan roda dua dapat dilewati? Yang pasti, jika Anda melihat ke cermin dari jalan nasional di seluruh dunia, tidak ada kendaraan roda dua. Di mana-mana di dunia kecuali di atas. 250 cc. Di jalan kabupaten, kota, dan provinsi, tidak ada hal seperti itu. Tapi, itu di jalan perumahan atau di jalur yang tidak dilewati oleh angkutan umum. mungkin diatur dalam undang-undang, "jelas Nurhayati yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR, seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Minggu (23/2/2020).

Wacana tersebut juga mendapat tanggapan dari seorang bikers bernama Dedi Saeful Anwar. Menurut Dedi, frasa itu kurang tepat. "Akan lebih baik bagi regulator untuk lebih memahami dan lebih berhati-hati dalam mengekspresikan sesuatu, terutama (ini) akan dirubah menjadi peraturan yang terkandung dalam hukum," kata Dedi, kepada AFP, Minggu (23/2/2020).

Dedi menambahkan, itu salah untuk melarang sepeda motor di bawah 250 cc untuk menyeberang jalan nasional. Karena faktanya, banyak sepeda motor dengan kapasitas mesin di bawah 250 cc telah melintasi dunia melintasi jalan nasional di berbagai belahan dunia.

"Kalau dilihat di lapangan, nyatanya frasa itu salah. Petualangan menggunakan sepeda motor sudah lama terjadi, terutama semakin meluasnya pendaki motor dunia menjelajahi bagian-bagian dunia dengan menggunakan berbagai jenis sepeda motor dan cc," tuturnya. pria yang juga pendiri Historian Ride.

"Saya ambil contoh tidak jauh. Seperti Gerard Elferink (warga negara Belanda) yang memutuskan untuk kembali dari Bali ke Belanda hanya dengan mengendarai sepeda motor 125cc. Belum lama ini, Pak Lilik pergi ke Arab Saudi menggunakan 155cc matic. Ini jelas membuktikan bahwa cc di bawah 250cc juga masih bisa melewati berbagai jalan nasional di dunia, "lanjutnya.

Dedi menyetujui larangan sepeda motor yang melintasi jalan nasional jika saja Indonesia sudah memiliki banyak jalan raya.

"Jika Indonesia memiliki banyak jalur Jalan Tinggi di masa depan seperti di negara lain, saya setuju bahwa jika ada batas minimum 150cc cc misalnya, itu tidak boleh dimasukkan, karena keamanan," kata Dedi.

Lihat video "Habiskan Waktu Liburan, Motok Jokowi dengan Kaesang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / lua)