Jakarta –

Akhir pekan lalu, viral rombongan pengendara sepeda memasuki Tol Jagorawi. Menurut keterangan Kepala Patroli Jalan Utama (PJR) Tol Jagorawi, Polri, Kombes Pol Fitrisia Kamila, pengendara sepeda tersebut tidak mengetahui bahwa rambu-rambu sepeda dilarang memasuki jalan tol.

Sesuai aturan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Sepeda motor juga bisa lewat jalan tol, tapi harus ada pembatas khusus.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga merupakan Instruktur Senior Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana menegaskan, meski pengendara sepeda yang masuk ke jalan tol beralasan tidak melihat rambu-rambu, pelanggaran tetap saja pelanggaran.

"Hukum itu harus ditegakkan atau nanti akan ditindaklanjuti pihak lain," kata Sony kepada detikcom, Selasa (15/9/2020).

Rombongan pengendara sepeda yang memasuki jalan tol akan terancam sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 pasal 38 ayat 1 disebutkan bahwa jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Dan atas pelanggaran tersebut, berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 64 ayat 4 dijelaskan bahwa, “Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang karena lalai memasuki jalan tol, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) hari atau denda paling banyak Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Agar tidak tersesat dan membahayakan diri sendiri dan orang lain, bersepeda bukan hanya untuk berkuda. Menurut Sony, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang.

“Yang penting perencanaan perjalanan, persiapan perlengkapan, titik temu, dan rambu harus diperhatikan,” kata Sony.

Tonton video "Ancaman Kriminal di Balik Masuknya Pengendara Sepeda ke Tol Jagorawi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)