Jakarta – Wacana tentang pengendara motor bisa menggunakan akses jalan tol lagi mencuat. Itu muncul kembali ketika Ketua DPR Bambang Soesatyo menyarankan kepada pemerintah agar sepeda motor diberikan jalur khusus di jalan raya atau tol.

Menurutnya, pengendara harus diberikan hak yang sama dalam menikmati pembangunan jalan tol. Sebenarnya pengendara yang memasuki jalan tol bukanlah hal baru. Banyak negara mengizinkan pengendara untuk memasuki jalan tol seperti mobil dengan kondisi tertentu.

Mengutip dari berbagai sumber, Selasa (29/1/2019) negara-negara di Eropa mulai dari Austria, Spanyol, Swedia, Belanda dan serangkaian anggota Uni Eropa lainnya sebagian besar memungkinkan pengendara untuk menyeberang jalan tol tetapi bersyarat. Persyaratannya juga beragam.

Sebagai contoh di Italia yang tergabung dalam Uni Eropa hanya sepeda motor dengan kapasitas 150cc ke atas yang diizinkan untuk menyeberang di jalan raya. Berbeda dengan Jepang. Sepeda motor dengan kapasitas di atas 125cc dapat diizinkan masuk tol sama seperti mobil. Sedangkan di Taiwan, hanya sepeda motor dengan mesin kubikasi di atas 550cc yang diizinkan melewati jalan tol.
Mengingat potensi bahaya ketika sepeda motor memasuki jalan tol, selain Indonesia ada juga beberapa negara yang melarang kendaraan roda dua melintasi akses jalan tol. Contohnya adalah Pakistan, Korea Selatan, Thailand, Venezuela dan Vietnam.

Di Cina sepeda motor dilarang memasuki jalan tol jika mereka tidak dapat melakukan perjalanan lebih dari 70 km / jam. Namun di beberapa provinsi negara Tirai Bambu, sepeda motor kini dilarang lewat tol. (kering / rgr)