Komunitas dapat memberikan masukan mengenai perkembangan truk terbaru

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA – Truk di dalam negeri bukan hanya pengangkut berat, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup kekasih mereka. Hal ini terlihat dari sekitar seribu anggota masyarakat truk yang memadati Komunitas Jambore Nasional Cilik Mania Indonesia (CMIC) ke-5, di Purbalingga, Jawa Tengah.

Dalam perayaan yang berlangsung pada 24-25 November, para peserta yang datang dengan truk mereka berkumpul. Mereka saling bertukar informasi, menjadi keluarga besar Mitsubishi Fuso.

Acara yang digelar selama dua hari ini diisi dengan berbagai agenda. KTB sebagai sponsor utama mengisi program keselamatan mengemudi, sosialisasi produk dan layanan purna jual, hingga paket penjualan melalui dealer PT Sinar Berlian Autograha selama acara berlangsung. Selain itu, acara juga akan diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan tunjangan panti asuhan, serta pertunjukan musik.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, KTB tidak melewatkan kesempatan ini untuk berkolaborasi dengan mereka sehingga mereka dapat memberikan simbiosis mutualisme dalam memperkuat merek Mitsubishi Fuso.

"Keberadaan komunitas sangat penting bagi Mitsubishi Fuso, karena dari komunitas ini KTB bisa mendapat masukan dan informasi terkini tentang pengembangan truk di lapangan," kata Sudaryanto, Kepala Bagian Promosi KTB, juga sebagai CMIC. pelatih, dalam keterangannya kepada Republika pada Senin (26/11).

CMIC adalah komunitas truk Mitsubishi Fuso yang terdiri dari pemilik truk, pengusaha, pengemudi, mekanik, binaragawan, dan pecinta Mitsubishi Fuso secara umum. Dibentuk sejak November 2013, CMIC mencatat keanggotaan hingga 17 ribu peserta yang dikoordinasikan melalui 44 wilayah perwakilan di seluruh Indonesia.

CMIC awalnya terbentuk berkat kecintaan truk Colt Diesel, juga dikenal sebagai Canter. Namun seiring waktu, komunitas ini juga terbuka untuk para pecinta semua produk Mitsubishi Fuso.