Jakarta –

Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Selama PSBB juga digelar operasi bersama untuk menangkap orang-orang yang melanggar ketentuan PSBB. Salah satunya adalah penggunaan masker.

Evani Jesslyn membagikan di Instagram ketika dia harus dihentikan oleh petugas karena dia sedikit menurunkan topengnya saat mengemudi di mobilnya sendiri. Saat itu, Evani langsung diadili di tempat karena kesalahannya menurunkan sedikit topengnya.

Evani yang sebelumnya merasa aman di dalam mobil sendirian, malah digiring ke lokasi persidangan yang banyak ditunggu giliran diadili. Ia mengkritik, persidangan di tempat itu malah menimbulkan keramaian.

“Dari saya intinya jangan berkelompok. (Operasi besar-besaran) bukan alasan dibuat berkelompok. Artinya, Anda bisa melakukan social distancing. Kalau mau ada regulasi seperti ini, sebaiknya sudah siapkan apa yang harus kamu lakukan di lapangan. Supaya PSBB tetap benar. Karena itu contoh-contohnya, ”kata Evani kepada detikcom, Kamis (17/9/2020).

Evani tak mempermasalahkan kesalahannya menurunkan topeng yang mengakibatkan denda Rp 50 ribu. Bahwa denda yang diterimanya berdasarkan aturan.

“Kalau ada aturan seperti itu tidak apa-apa. Maksud saya lebih ke arah kelompok itu pasti melanggar PSBB. Dan bahkan saya disuruh ke sana. Itu yang membuat saya sangat tidak nyaman. , "kata Evani.

Saat diadili di tempat di lokasi Operasi Yustisi di Danau Sunter, kemarin, Evani mengaku banyak di antara mereka yang tertangkap juga dalam penggerebekan. Mereka yang terperangkap dalam penggerebekan juga harus menunggu giliran untuk diadili di tempat, sehingga Evani harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan gilirannya diadili.

“Saya juga tidak melihat jam, itu sekitar 1 jam dari mengejar sampai selesai. Banyak orang ditangkap. Kebanyakan yang tertangkap berada di dalam mobil sendirian,” ujarnya.

“Saya juga mau rapat jam 9. Ya (disela waktu). Setelah itu, saya juga capek. Banyak orang, Parno, sedang tidak mood,” imbuhnya.

Dalam video yang diunggah oleh Evani Jesslyn tersebut terlihat kerumunan orang baik di dalam maupun di sekitar tenda / pos yang digunakan sebagai tempat persidangan. Terdiri dari petugas gabungan dan warga yang terjebak dalam penggerebekan, hal ini dinilai mengkhawatirkan. Apalagi ada sebagian orang yang tidak mengaplikasikan jarak fisik dan ada petugas yang tidak memakai masker dengan benar.

Tonton Video "Warga Tanpa Kedok di Lumajang Dihukum Push Up"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)