Jakarta – Wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait penghapusan pajak sepeda motor dan surat izin mengemudi (SIM) selama masa uji coba dan kontra.

Banyak yang setuju, tetapi tidak sedikit yang menentang jika kebijakan itu akhirnya diberlakukan. Ada juga banyak alasan yang ditemukan oleh Warganet berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh detikOto.

Sebagai salah satu Warganet terungkap dengan akun Samuel Imanuel. Ia termasuk dalam satu partai yang menentang kebijakan tersebut dan mengatakan bahwa akan ada pengemudi yang lebih sembrono. "Tidak setuju, karena SIM dihapuskan selama periode perpanjangan, semakin banyak orang yang nekat dan secara fisik tidak dapat memaksa sepeda motor dan mobil. Pajak juga untuk membangun daerah," tulisnya.

Komentar serupa juga dilemparkan ke akun hervyasti. Dia mengatakan bahwa jika dibebaskan, masyarakat akan semakin tidak menghargai fasilitas umum.

"Anda akan lebih bingung jika Anda dibebaskan … tidak ada alasan untuk memiliki fasilitas umum … juga jika Anda merasa Anda belum dapat membiayai … mengapa Anda tidak menggunakan transportasi umum atau sepeda … atau bahkan berjalan … banyak sekarang "Sebagian besar dari mereka tidak menghormati pengguna jalan lain yang menggunakan sepeda motor," katanya.

SIM harus diperpanjang setiap lima tahun. Ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi seseorang karena bisa menurun.

"Ya, karena kompetensi seseorang bisa menurun, termasuk soft competency-nya, yaitu kesehatan fisik dan spiritual. Jadi perlu diperluas untuk mengetahui soft competency-nya melalui tes kesehatan," jelas Kepala Daerah Metro Jaya. Mabes Polri Komisaris SIM Fahri Siregar.

"Sehingga diketahui apakah pelamar memiliki kesehatan yang memadai atau tidak mengendarai kendaraan bermotor. Bahkan untuk SIM yang sudah kadaluwarsa, kita harus meminta pelamar SIM untuk mengikuti mekanisme SIM baru dengan ujian teori dan praktik," kata Fahri.

Sebagai informasi, wacana tentang masalah SIM seumur hidup pertama kali dibuat oleh Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) Almuzzammil Yusuf dalam DPP PKS.

Muzzammil berpikir bahwa pembaruan SIM setiap lima tahun memang merepotkan. Dia memberi contoh kebijakan kartu ID seumur hidup yang memiliki efek positif dalam menghemat waktu produktif orang.

"Sehingga biaya yang dibayar oleh masyarakat ringan. Cukup bayar sekali untuk biaya pembuatan SIM. Selain itu, di beberapa negara, SIM telah diimplementasikan seumur hidup," katanya. (kering / ddn)