Jakarta –

Polisi Nasional telah memberikan dispensasi kepada pemegang SIM (SIM) yang kedaluwarsa selama pandemi virus Corona (COVID-19). SIM yang mati saat pandemi tidak akan ditilang.

Demikian disampaikan Kepala Bupati SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin, seperti dilansir Antara, Rabu (3/6/2020).

"Tidak akan ada penegakan hukum kepada orang-orang yang SIM-nya habis dari 17 Maret hingga 29 Mei. Tidak ada kerugian bagi publik mengenai masa berlaku SIM," kata Hedwin.

Menurut Hedwin, dispensasi yang diberikan adalah kebijakan Kepolisian Nasional untuk menghindari penumpukan orang yang ingin mengurus perpanjangan SIM mereka yang telah habis masa berlakunya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Kepolisian, Inspektur Jenderal Polisi. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan layanan untuk membuat dan memperluas SIM telah dimulai. Demikian juga dengan layanan SIM seluler dan SIM Internasional.

Argo menegaskan, Kepolisian Nasional memberikan dispensasi kepada orang-orang yang SIM SIM kadaluwarsa selama pandemi Corona (COVID-19). Biasanya, SIM yang kedaluwarsa setelah satu hari diminta untuk membuat yang baru. Tetapi pada saat ini, orang yang SIM SIMnya telah kedaluwarsa dan belum diperpanjang karena situasi pandemi Corona tidak perlu membuat SIM baru.

"Untuk orang-orang yang SIM-nya telah habis selama periode pandemi pada bulan Maret, April, Mei, habis, ada dispensasi dari polisi sampai 29 Juni. Jadi jika misalnya masyarakat datang, hadir, bahkan jika SIM sudah mati , atau itu tidak sah "lagi dalam pandemi Corona, masih digunakan sebagai perpanjangan. Jadi tidak membuat SIM baru. Dispensasi hingga 29 Juni, "kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Nasional, Inspektur Jenderal Polisi. Raden Prabowo Argo Yuwono saat konferensi pers, Selasa (2/6/2020) kemarin.

Tonton Video "Polisi Nasional Masih Tutup Layanan SIM-STNK Hingga 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)