Pembangunan sirkuit Mandalika sepanjang 4,32 kilometer akan dimulai pada bulan September.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengembangan Pariwisata Indonesia PT Persero (ITDC) memastikan pembangunan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya dimaksudkan untuk mengadakan balapan MotoGP. Sirkuit Mandalika tidak dimaksudkan untuk implementasi Formula 1.

"Sejak awal, kami memang fokus pada balap motor," kata Direktur Pelaksana ITDC Abdulbar M Mansyur di Jakarta, Senin, setelah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Abdulbar menjelaskan bahwa penggemar olahraga sepeda motor di Indonesia lebih banyak daripada mobil Formula 1. Di sisi lain, dia mengungkapkan, Dorna sebagai pemilik lisensi MotoGP juga sudah lama ingin masuk ke Indonesia.

Menurut Abdulbar, kontrak ITDC dengan Dorna di MotoGP telah ditetapkan selama lima tahun dan ada opsi untuk perpanjangan kontrak. Meskipun hanya berfokus pada implementasi MotoGP, Abdulbar mengklaim bahwa perusahaan milik negara di sektor pariwisata juga telah menandatangani kontrak untuk memegang Motul Superbike (SBK) sebagai paket implementasi.

"Penggemar MotoGP tentu berbeda dari penggemar Superbike," katanya.

Abdulbar menyatakan, implementasi lomba Superbike akan berlangsung di waktu yang berdekatan dengan MotoGP sehingga akan ada efisiensi biaya dalam implementasi. Dia mengatakan, pembangunan sirkuit Mandalika 4,32 kilometer akan dimulai pada September atau paling lambat Oktober 2019.

Sirkuit Mandalika akan dibangun oleh perusahaan konstruksi Prancis Vinci. Sebelum dibangun, ITDC akan melakukan homologasi dan pengesahan trek ke Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).

"Setelah itu, persiapan pra-konstruksi, lelang dan pengadaan," katanya tentang sirkuit yang juga akan digunakan sebagai jalan umum di luar waktu operasi.

ITDC akan membentuk badan usaha yang disebut Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai operator pelaksanaan MotoGP dan kompetisi lainnya di Mandalika. ITDC adalah pemilik tanah di Zona Ekonomi Khusus Mandalika.

"Kami menandatangani kontrak karena agen belum dibentuk," kata Abdulbar.