Skoda mulai merasakan dampak krisis virus korona selama tiga bulan pertama tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembuat mobil Ceko, Skoda Auto di bawah naungan Volkswagen, memperkirakan pukulan laba terbesar akan terjadi pada kuartal kedua 2020. Kinerja perusahaan diprediksi akan pulih pada kuartal ketiga.

Mereka juga melaporkan penurunan laba operasi kuartal pertama sebesar 25 persen pada Senin (4/5). "Kami melihat dampak terbesar dari krisis saat ini adalah pada kuartal kedua, diikuti oleh pemulihan bertahap pada kuartal ketiga dan mungkin kembali ke level tahun sebelumnya pada kuartal keempat," kata anggota dewan Klaus-Dieter Schurmann. seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/5)).

Skoda mulai merasakan dampak krisis virus korona selama tiga bulan pertama tahun ini. Penjualan global turun dan mereka harus menutup pabrik dalam negeri selama 39 hari mulai bulan Maret.

Untuk itu, Skoda masih berusaha menahan dampak co-19 dengan mengurangi biaya dan pengeluaran operasional dalam jangka pendek. Pendapatan kuartal pertama turun 1,4 persen menjadi 4,85 miliar euro, sementara pengiriman di seluruh dunia turun menjadi 24 persen menjadi 232.900 kendaraan.

Skoda telah meningkatkan pengiriman tahunan di atas 1 juta unit dalam beberapa tahun terakhir. Skoda membuka kembali pabriknya pada 27 April.

Chief Executive Skoda, Bernhard Maier mengatakan bahwa penutupan pabrik menyebabkan kerugian produksi 100.000 mobil. Dia mengatakan sulit untuk memperkirakan penjualan mobil global dalam beberapa bulan mendatang tetapi perusahaan itu dalam posisi yang baik.

"Kami berjuang untuk setiap mobil, karena pesanan kami masih tinggi," katanya.

sumber: perantara