Jakarta – Dominasi sepeda motor di segmen skuter matik (skutik) memang tak bisa dipungkiri sangat cocok untuk konsumen Indonesia. Skuter praktis sangat cocok untuk pengguna mobilitas tinggi dan volume kendaraan berat.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman, mengatakan persentase penjualan skutik mencapai 82 persen. Bahkan, skuter telah menggeser popularitas motor bebek dan motor sport.

"Saat ini 82 persen adalah skuter, bebek hanya hidup 8-9 persen sementara olahraga tidak turun pada 9-10 persen," kata Loman.

"Skutik menjual karena kepraktisan dan desain yang lebih modis dan bisa digunakan oleh pria atau wanita," katanya.

Kini, beberapa pabrikan otomotif juga menawarkan skuter premium. Skuter premium mulai meningkat dan pangsa pasar meningkat setiap tahun.

"Skuter premium mulai meningkat karena mungkin orang juga ingin merasa macho, sepertinya," tambah Loman.

Munculnya skuter premium yang lebih besar memang menghadirkan kesan yang kuat dan juga lebih nyaman untuk digunakan dalam jarak jauh bagi para pecinta tur.

Selain itu, minat besar konsumen Indonesia dalam skuter berdampak pada peningkatan ekspor skuter, terutama ke negara-negara tetangga. "Di Filipina, skuter kami dijual di sana karena mereka mirip dan memiliki rasa yang sama. Setiap negara memiliki jenis sepeda motor favorit yang berbeda," pungkas Johan. (rip / rgr)