Jakarta –

Gaikindo dan Kementerian Perindustrian telah mengusulkan pelonggaran pajak untuk setiap pembelian mobil baru yang diproduksi di Indonesia. Meski pelaku usaha Importir Umum (IU) mengharapkan kebijakan yang sama – meski belum bisa dipastikan apakah pajak PPnBM, PKB atau BBN.KB akan mendapat keringanan pajak dari pemerintah.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudi Salim, dalam perbincangan dengan detikOto. Rudi menjelaskan, pihaknya berharap mendapat keringanan pajak kendaraan baru.

“Faktor yang membuat mobil sangat mahal adalah pajak 125% PPnBM, PPH 10%, PPN 10%, PIB 50%, dan belum adanya ongkos kirim. Jadi harganya sangat mahal, jika total pajak hanya 200%, " dia berkata. Rudi.

Rudi berharap, pemerintah juga bijak melihat situasi yang dirasakan pelaku usaha Importir Umum (IU).

“Yang kita harapkan PPnBM hilang atau berkurang, tapi sekali lagi ini paradoks karena kita belanja dari luar negeri. Artinya kita beli pakai dolar, dan banyak yang merasa pembelian dalam negeri lebih sedikit,” kata Rudi.

“Kami paham ini. Sebenarnya kami kira PPnBM dihilangkan atau dikurangi, tapi pajak PKB dinaikkan tidak jadi soal. Jadi lebih baik kalau perpanjangan pajak tahunan tinggi ya. 39 oke, karena itu tugas pemilik kendaraan, ”tambah Rudi.

Begitu lanjut Rudi. Importir umum (IU) di Indonesia tidak menjual unit dengan banderol harga yang sangat tinggi.

Kurang lebih seperti itu, supaya harga jualnya tidak terlalu tinggi. Tapi konsumen sudah membeli, jadi kewajiban mereka membayar pajak setiap tahun, tutup Rudi.

Tonton Video "Menggelar Razia, Petugas Temukan Mobil Mewah 7 Tahun Tertunggak Pajak"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)