Pengoperasian mobil listrik selama 15 tahun lebih efisien daripada mobil konvensional.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Efisiensi biaya yang dijanjikan oleh mobil listrik masih perlu dibuktikan. Saat ini, ada penelitian yang membuktikan bahwa kendaraan listrik (EV) dapat menghemat biaya perjalanan dibandingkan dengan mobil konvensional.

Dilansir dari Green Car Reports, Selasa (7/7), penelitian itu dilakukan oleh Departemen Energi Amerika Serikat. Tidak main-main, penelitian ini dilakukan dengan berbagai penggunaan EV selama 15 tahun.

Dari penelitian tersebut, dikatakan bahwa pengguna EV mampu menghemat sekitar 3 ribu hingga 10 ribu dolar AS dalam penggunaan selama 15 tahun. Efisiensi disimpulkan berdasarkan biaya pengisian baterai per kWh dibandingkan dengan pengisian bahan bakar (BBM).

Tapi, efisiensi tentu tergantung pada infrastruktur dan tarif listrik di masing-masing daerah. Meskipun, sampai saat ini mayoritas EV masih dipasarkan dengan harga mobil konvensional.

Saat ini sejumlah produsen masih mencari cara untuk mengurangi harga EV. Salah satu cara paling efektif adalah menemukan baterai murah. Melihat upaya ini, Bloomberg New Energy Finance juga memperkirakan bahwa harga EV akan setara dengan mobil konvensional pada 2023.

Salah satu produsen yang berupaya mengurangi harga adalah Tesla. Untuk mewujudkan ini, Tesla juga berkolaborasi dengan produsen baterai Cina bernama Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL). Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan mengembangkan baterai dengan konten kobalt minimum.

Inovasi ini dibuat karena sejauh ini kobalt telah menjadi elemen pendukung baterai dengan harga tertinggi. Sebagai langkah pertama, baterai murah ini akan segera diterapkan pada produk Tesla Model 3.

Baterai itu sendiri adalah baterai lithium-besi-fosfat yang sama sekali tidak menggunakan kobalt. Eleman yang lebih murah dikemas dalam format cell-to-pack sehingga baterai lebih ringan dan lebih murah. Dengan kombinasi inovasi ini, diharapkan produk Tesla nantinya akan dapat datang dengan harga yang kompetitif dibandingkan dengan harga mobil konvensional.

Selain itu, Tesla juga mengembangkan teknologi kendaraan ke jaringan. Teknologi ini sendiri merupakan inovasi yang menjadikan mobil listrik sekaligus dapat berfungsi sebagai bank daya.

Artinya, dalam kondisi tertentu, baterai berkapasitas besar yang tertanam di dalam mobil dapat digunakan sebagai sumber listrik untuk keperluan rumah tangga atau keperluan tertentu. Teknologi ini sendiri dikembangkan sebagai langkah antisipatif jika pemadaman listrik terjadi di suatu daerah.

Teknologi yang memberikan nilai tambah bagi EV juga dikembangkan oleh sejumlah pabrikan lain. Sejauh ini, sejumlah pabrikan lain yang telah mengembangkan teknologi kendaraan ke jaringan adalah Lotus dan Nissan.