Selain ramah lingkungan, mobil listrik dinilai lebih hemat bahan bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES – Kendaraan listrik dinilai menjadi solusi mobilitas ramah lingkungan karena dihadirkan sebagai kendaraan rendah emisi. Untuk membuktikannya, hal tersebut juga didukung oleh sejumlah penelitian yang menghadirkan perhitungan emisi dari mobil listrik (EV).

Dilasir dari Green Car Reports, Jumat (11/9), penelitian tersebut dilakukan oleh Eindhoven University of Technology. Salah satu studi yang dilakukan adalah membandingkan emisi karbon dioksida dari VW e-Golf dan Toyota Prius.

Prius adalah kendaraan hybrid dan dianggap mobil paling hemat bahan bakar. Dari studi tersebut, disebutkan bahwa emisi VW e-Golf lebih rendah 54 persen dibanding Prius.

Tak hanya itu, studi tersebut juga menguji besaran emisi dari Tesla Model 3 dibandingkan Mercedes-Benz C220d dan Porsche Taycan S dibandingkan Bugatti Veyron. Hasilnya, Tesla dan Taycan mencatatkan emisi 65 persen dan 82 persen lebih rendah dibandingkan Mercedes-Benz C220d dan Bugatti Veyron.

Tentunya hal ini membuktikan bahwa EV memberikan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Padahal, saat ini terdapat sejumlah pembangkit listrik yang menggunakan sumber fosil. Jika ke depan pembangkit listrik berbahan fosil dapat diganti dengan sumber yang lebih hijau, maka secara otomatis akan semakin mengurangi emisi dalam penggunaan EV.

Studi ini juga secara otomatis membuktikan bahwa EV adalah masa depan mobilitas yang menjanjikan. Apalagi penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang membuktikan bahwa EV dapat menghemat biaya perjalanan dibandingkan mobil konvensional.

Diansir Juli lalu, penelitian itu dilakukan oleh Departemen Energi Amerika Serikat. Penelitian dilakukan dengan rentang waktu penggunaan EV selama 15 tahun.

Dari penelitian tersebut, disebutkan bahwa pengguna EV mampu menghemat sekitar 3 ribu hingga 10 ribu dolar AS dalam 15 tahun penggunaan. Efisiensi disimpulkan berdasarkan biaya pengisian baterai per kWh dibandingkan dengan pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Namun, efisiensi ini tentunya bergantung pada infrastruktur dan tarif listrik di masing-masing daerah. Meski demikian, hingga saat ini mayoritas mobil listrik masih dipasarkan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan mobil konvensional.

Namun, saat ini sejumlah pabrikan masih mencari cara untuk menurunkan harga EV. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mencari baterai yang murah. Melihat upaya tersebut, Bloomberg New Energy Finance pun memperkirakan harga EV akan setara dengan mobil konvensional di tahun 2023.