Saat mentok, mobil bisa lepas tangan di bawah kecepatan 50 km / jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Subaru Corp, produsen mobil asal Jepang akan menggunakan chip perusahaan yang berbasis di Silicon Valley, yakni Xilinx Inc. Chip ini memungkinkan pengemudi untuk handsfree saat kemacetan lalu lintas.

Perusahaan mengatakan Levorg Subaru yang akan datang akan menggunakan salah satu chip Xilinx "Zynq" dalam versi baru dari sistem bantuan pengemudi "EyeSight". Sistem ini menggunakan dua kamera untuk mendapatkan bidang pandang stereo di jalan raya.

Chip tersebut akan menggabungkan data ini dengan masukan dari sensor radar yang dipasang di sekitar kendaraan. Sistem akan memiliki fungsi seperti memperlambat mobil sebelum belokan di jalan raya berdasarkan estimasi kurva.

"Chip Xilinx akan memberikan kekuatan pemrosesan untuk gambar kamera," kata perusahaan itu.

Sistem ini juga akan dapat mengemudi tanpa menggunakan tangan (handsfree) saat macet. Mobil dapat melaju dengan kecepatan di bawah sekitar 50 kilometer per jam, atau sekitar 30 mil per jam, sebagai opsi tambahan. Fitur ini hanya akan tersedia di Jepang pada mobil tipe Levorg.

Pengemudi tetap diminta untuk mengarahkan pandangannya ke jalan, dan sensor di dalam kabin akan mendeteksi apakah pengemudi memperhatikan atau tidak.

"Subaru juga berencana memperbarui sistem dari waktu ke waktu dengan fitur-fitur baru, yang berperan dalam keputusan memilih chip Xilinx," kata eksekutif perusahaan.

Chip ini dikenal sebagai chip yang dapat diprogram, sehingga beberapa cara kerjanya dapat diubah saat fitur baru ditambahkan.

"Kami dapat melakukan lebih banyak pemrosesan data, serta menyediakan fitur yang berbeda ini," kata Satoshi Katahira dari Departemen Desain Sistem Keselamatan Subaru (Subaru, Departemen Desain Sistem Keamanan Lanjutan) kepada Reuters.

sumber: antara