Spielberg –

Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dikejutkan dengan sikap Maverick Vinales di seri MotoGP Styria, Minggu (23/8/2020). Vinales melambai sebelum insiden kerusakan rem terjadi dan motor YZR-M1 miliknya dibakar.

Insiden itu terjadi saat balapan MotoGP Styria 2020 tinggal 12 lap lagi. Maverick Vinales terjatuh dari motor saat melaju dengan kecepatan 230 km per jam di ujung lintasan lurus jelang Belok 1. Bendera Merah dikibarkan, balapan ditunda beberapa menit. Vinales mengaku kendala tersebut sudah muncul sejak lap keempat.

Alex Rins percaya Vinales & # 39; Masalah datang karena ia tidak menggunakan bantalan dan kaliper Brembo baru yang dibawa untuk balapan Red Bull Ring (MotoGP Styria), menyusul banyak masalah panas berlebih pada rem di GP Austria.

Masalah yang Maverick miliki, kalau tidak salah, di balapan terakhir (MotoGP Austria) semua pebalap mendapat kampas rem dan kaliper yang sangat panas, kata Rins usai finis keenam di MotoGP Styrian seperti dikutip Autosport, Senin. 24/8/2020).

Pembalap Suzuki tersebut mengatakan bahwa Vinales & # 39; Sikap yang terus membalap sembari mengalami masalah rem, akan dibicarakan dalam rapat Komisi Keselamatan. Padahal, kata Rins, Joan Mir juga menggunakan kampas rem yang sama dengan Vinales.

"Yang belum memasang bantalan rem baru ini adalah [Joan] Mir dan Maverick yang menggunakan kampas rem dengan ukuran lebih kecil, ”kata Rins.

“Tapi kalau Maverick sudah beberapa lap tahu dia kehabisan rem dan itu sebabnya dia angkat tangan, biasanya dia pit lebih awal. Saya tidak mengerti kenapa dia terus balapan. Kami pasti akan membahasnya pada pertemuan Komisi Keamanan berikutnya. " Alex Rins menjelaskan.

Gagal mengerem M1 merupakan situasi yang mengkhawatirkan dan berbahaya bagi pengendara. Yang perlu diketahui, dalam dunia MotoGP rem merupakan komponen paling bertenaga. Lebih kuat dari mesin.

Jika dihitung dalam satuan tenaga kuda, rem sepeda motor MotoGP memiliki tenaga sekitar 590 tenaga kuda, atau lebih dari dua kali tenaga mesin MotoGP. Mengenai temperatur sistem pengereman, rem harus berada pada temperatur tinggi untuk memastikan sistem dapat bekerja dengan baik. Yakni di kisaran 200 hingga 800 derajat Celcius.

Masalah pada sistem pengereman menambah panjang tantangan yang dihadapi Yamaha di awal musim ini. Sebelumnya mereka sempat dibingungkan dengan masalah mesin yang menimpa hampir semua pebalapnya.

Tonton Video "Ciamik Miguel Oliveira Maneuver in the Final Curve of the MotoGP Styria" Video
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lua)