Jakarta – Keterampilan mengemudi khusus diperlukan dalam melayang. Selain itu jenis kendaraan yang digunakan juga tidak boleh gegabah.

Untuk melakukan drifting secara teori, memang bisa digunakan oleh semua jenis mobil asalkan memiliki rem tangan untuk manuver kecepatan tinggi. Namun pembalap Indonesia, Rifat Sungkar, tidak merekomendasikan melayang untuk menggunakan mobil jenis lain selain mobil sport atau sedan.

"Mobil seperti SUV tidak direkomendasikan. Itu harus sedan karena gravitasi pusatnya rendah lebih baik," kata Rifat ketika ditemui di acara latihan melayang di Millennial Road Safety Festival dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian Nasional, Minggu (3/3) 3/2019).

Ketika dia melakukan aksi drifting, Rifat sebenarnya menggunakan kendaraan jenis SUV, Mitsubishi Pajero Sport, tetapi dia mengingatkan bahwa ini hanya untuk hiburan. Selain tidak memaksimalkan drifting, penggunaan mobil jenis ini juga berpotensi membuat mobil bergoyang dan mundur, plus mobil tidak siap untuk drift.

Foto: Rizki Pratama

"Jika apa yang saya gunakan sekarang hanya untuk pertunjukan, itu juga telah diatur secara khusus tidak seperti mobil biasa. Tetapi masih untuk drifting, terutama bagi pemula yang menggunakan sedan," kata Rifat.

Selain jenis kendaraannya, mobil penggerak roda belakang juga disarankan karena akan lebih mudah mendapatkan momentum untuk melayang. Ini karena ketika rem tangan ditarik mobil dengan penggerak roda belakang akan menghasilkan oversteer untuk kemudian dikendalikan oleh drift.

"Mengenai jenis penggeraknya, sebenarnya ada banyak yang lebih suka mobil penggerak roda belakang. Namun sebenarnya kembali ke setiap pilihan tergantung pada kenyamanan tempat itu. Alasan memilih penggerak roda belakang adalah penggerak roda belakang. Kanan satu di mobil penggerak roda belakang, "tutup Rifat. (rip / ddn)