Jakarta –

Suzuki Indonesia memperpanjang waktu untuk penangguhan sementara operasi pabrik dari 11-22 Mei 2020. Keputusan ini diambil oleh Suzuki sesuai dengan kebijakan PSBB mengenai pandemi virus Corona.

"Suzuki mematuhi perpanjangan PSBB dari pemerintah. Selain itu, Suzuki juga memiliki kebijakan" Komitmen Kebersihan "yang berlaku untuk perusahaan dan semua dealer. Jadi pedoman keselamatan, kesehatan, dan interaksi manusia sangat ketat. Akan sementara waktu hentikan semua kegiatan di pabrik, "kata Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) / PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Seiji Itayama, dalam keterangan resminya.

Itayama menjelaskan, pada penghentian sementara operasi kali ini, semua kegiatan di tiga pabrik Suzuki di Cakung, Tambun dan Cikarang semuanya berhenti beroperasi, termasuk untuk pengadaan unit ekspor, yang pada periode sebelumnya beroperasi selama empat hari untuk memenuhi permintaan di beberapa negara.

Itayama berharap pabrik Suzuki dapat kembali beroperasi secara normal sehingga dapat terus berkontribusi aktif bagi perekonomian Indonesia. Untuk alasan ini, Suzuki dikatakan sedang melakukan studi tentang bagaimana menerapkan protokol keamanan dan keselamatan sesuai dengan peraturan pemerintah dan Komitmen Hygiene Suzuki.

"Saat ini kami berencana untuk melakukan studi dan mempertimbangkan bagaimana operasi pabrik dapat berjalan sambil mempertahankan protokol keamanan dan keselamatan yang ketat, seperti menetapkan jarak aman pada jalur produksi atau berinteraksi antara karyawan. Pada prinsipnya kami sangat berhati-hati dan mengikuti pemerintah peraturan demi keamanan bersama, "tambah Itayama.

Sebagai informasi tambahan, selama perpanjangan masa pemberhentian sementara kali ini, Suzuki mengatakan akan tetap memberikan upah dasar penuh kepada karyawan, yang untuk sementara tidak bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lihat video "Kebersamaan Suzuki dan Alex Rins Berlanjut hingga 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / rgr)