Penghentian sementara dilakukan di tiga pabrik termasuk pengadaan ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Suzuki Indonesia sekali lagi memperpanjang waktu untuk menunda operasi pabrik dari 11 hingga 22 Mei 2020. Keputusan ini adalah langkah Suzuki untuk mendukung pemerintah yang telah memperpanjang periode Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) dan untuk menerapkan kebijakan "Komitmen Hygiene" di lingkungan perusahaan dan dealer sebagai upaya antisipatif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Seiji Itayama, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor / PT Suzuki Indomobil Sales, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5). Saat ini Suzuki sedang menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Suzuki akan mematuhi perpanjangan PSBB dari pemerintah. Selain itu, Suzuki juga memiliki kebijakan" komitmen kebersihan "yang berlaku untuk perusahaan dan semua dealer. Jadi pedoman keamanan, kesehatan, dan interaksi manusia sangat ketat. Untuk itu, untuk dua minggu ke depan kita akan menghentikan sementara semua kegiatan di pabrik, "katanya.

Seperti yang dikatakan Itayama, pada penghentian sementara, semua kegiatan di tiga pabrik Suzuki di Cakung, Tambun dan Cikarang semuanya berhenti beroperasi, termasuk pengadaan unit ekspor yang pada periode sebelumnya beroperasi selama empat hari untuk memenuhi permintaan di beberapa negara.

Ke depan, Suzuki berharap dapat membuka kembali operasi pabrik secara normal sehingga dapat terus berkontribusi aktif bagi perekonomian Indonesia. Untuk alasan ini, Suzuki akan melakukan penilaian tentang bagaimana menerapkan protokol keamanan dan keselamatan sesuai dengan peraturan pemerintah dan Komitmen Hygiene Suzuki.

"Saat ini kami berencana untuk melakukan studi dan mempertimbangkan bagaimana operasi pabrik dapat berjalan sambil mempertahankan protokol keamanan dan keselamatan yang ketat, seperti menetapkan jarak aman pada jalur produksi atau berinteraksi antara karyawan. Pada prinsipnya kami sangat berhati-hati dan mengikuti pemerintah peraturan demi keamanan bersama, "kata Itayama.

Selama perpanjangan periode pemutusan hubungan kerja kali ini, Suzuki juga akan terus memberikan upah dasar penuh kepada karyawan yang sementara tidak bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain memprioritaskan keselamatan karyawan, Suzuki terus fokus pada layanan pelanggan yang berkualitas.