Jakarta –

Pemerintah terus mengkaji untuk bisa menerapkan ganjil-genap di semua ruas jalan Jakarta dan berlaku untuk semua kendaraan. Artinya semua kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, dapat dikendarai sesuai aturan ganjil genap.

Beberapa pabrikan otomotif memberikan pendapatnya terkait hal tersebut, antara lain PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), agen pemegang merek (APM) mobil Suzuki di Indonesia. PT SIS menyatakan akan mengikuti semua regulasi yang dibuat oleh pemerintah.

“Prinsipnya kami akan patuh dan menghormati keputusan yang akan diambil pemerintah, tentunya ini sudah melalui kajian yang mendalam,” ujar Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Donny Saputra.

Sayangnya Doni belum memastikan dampak yang akan terjadi, jika wacana aturan ganjil-genap akan diterapkan di seluruh ruas jalan Jakarta dan berlaku untuk semua kendaraan pribadi yang melintas. Meski demikian, Donny mengaku selama ini pangsa pasar Jakarta merupakan pasar terseksi Suzuki.

Mengenai dampaknya terhadap bisnis dan operasional saat ini kami belum bisa melihat dampaknya. Tentunya dengan kondisi saat ini, kesehatan dan keselamatan pelanggan dan karyawan Suzuki menjadi prioritas utama, ”kata Donny.

“Jabodetabek menyumbang 38 persen penjualan nasional. Tapi bagi kami kesehatan dan keselamatan pelanggan dan karyawan menjadi prioritas utama, sesuai Komitmen Suzuki Higienne,” tambah Donny.

Petugas Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) Polda Metro Jaya saat melakukan penertiban terhadap seorang pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Simpang Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020). Hukuman bagi pelanggar pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil genap akan kembali diberlakukan di Jakarta mulai hari ini. Sebelumnya, pembatasan dicabut sementara sejak pertengahan Maret akibat pandemi Covid-19 yang berujung pada penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Foto: Agung Pambudhy

Kabar bahwa Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo akan mempelajari ruas ganjil genap semua ruas jalan di Jakarta.

Dinyatakan, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan evaluasi terkait aturan kebijakan genap ganjil selama periode PSBB Transisi. Syafrin mengatakan, pihaknya juga membuka opsi pemberlakuan ganjil-genap di seluruh ruas jalan di Ibu Kota selama 24 jam. Acuan aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Selama Masa Transisi Menuju Masyarakat yang Sehat, Aman, dan Produktif.

Dalam Pergub tersebut, pasal 17 menyebutkan pelaksanaan pengendalian moda transportasi pada masa transisi PSBB. Salah satunya termasuk pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap. Di sana disebutkan pembatasan ganjil-genap untuk mobil pribadi termasuk sepeda motor.

Peraturan tersebut tidak menyebutkan wilayah kendali lalu lintas. Namun lebih lanjut dijelaskan pada ayat 3 pasal 17, pemberlakuan wilayah pengendalian lalu lintas dengan sistem genap ganjil diatur dengan Keputusan Gubernur. Artinya, jika ganjil genap diberlakukan di semua ruas jalan dan untuk semua kendaraan bermotor (termasuk sepeda motor) maka harus menunggu SK Gubernur.

Untuk saat ini, hanya 25 jalan yang diberlakukan dengan sistem ganjil-genap. Sebanyak 25 ruas jalan ganjil genap mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019. Ganjil genap saat ini berlaku pada hari Senin-Jumat (kecuali hari libur nasional) pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Tonton Video "Aturan Kendaraan Ganjil Genap Belum Diberlakukan dalam Periode Transisi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)