Suzuki ingin mengulang masa kejayaan tahun 80-an.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tahun 80-an dan 90-an merupakan masa jaya Suzuki di Indonesia. Saat itu, pabrikan asal Jepang itu menjadi market leader di pasar otomotif Indonesia. Prestasi emas di masa lalu inilah yang menjadi motivasi bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Apalagi saat ini Suzuki sedang merayakan hari jadi emas karena sudah hadir di Indonesia selama 50 tahun. Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Donny Saputra menuturkan, tahun ini Suzuki berusaha bisa mengulang kejayaan yang telah diraih sebelumnya.

"Di era 80-an dan 90-an Suzuki masuk tiga besar. Itupun kami sempat menjadi market leader. Makanya, sekarang kami ingin mengulang masa kejayaan itu," kata Donny kepada Republika.co.id, Selasa. (13/10).

Menurutnya, prestasi penjualan Suzuki saat itu sangat baik didukung oleh produk Suzuki Carry. Saat itu, Carry banyak diminati karena mobil hadir sebagai kendaraan yang fleksibel dan bisa digunakan sebagai kendaraan niaga berupa pick-up atau kendaraan penumpang berupa mini van.

Namun seiring berjalannya waktu, otomatis posisi penjualan Suzuki menjadi incaran sejumlah pabrikan lain dan membuat iklim persaingan semakin ketat. Nah, untuk bisa mengulang masa kejayaan itu, Suzuki pun menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa memberikan kado istimewa di HUT ke-50 Suzuki di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, dalam diskusi virtual Forum Jurnalis Otomotif (FORWOT) dan Suzuki, ia juga menyinggung tentang strategi yang akan diterapkan Suzuki. Salah satu strategi kunci yang akan diterapkan adalah melalui kehadiran produk baru.

Meski belum membeberkan produk apa saja yang akan diluncurkan, ia memastikan kehadiran produk baru menjadi salah satu strategi yang telah disiapkan untuk mendongkrak penjualan Suzuki. Strategi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat pasar domestik dan pasar ekspor.

Karenanya, tahun ini kami optimistis bisa kembali ke posisi tiga besar, ”ujarnya.

Saat ini Suzuki juga tengah berupaya untuk menggairahkan pasar melalui kehadiran Karimun Wagon R 50th Anniversary Edition. Selain itu, agar mampu menghadirkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar, Suzuki juga menghadirkan Carry berupa mini bus dan blind van. Khusus untuk produk mini bus dan blind van tersebut, Suzuki juga bekerja sama dengan perusahaan karoseri yang dipercaya untuk membangun Carry sesuai kebutuhan konsumen.

Menurutnya, inovasi melalui Suzuki Carry merupakan langkah penting karena produk ini memiliki kontribusi penjualan sebesar 55 persen. Selebihnya, penjualan Suzuki didukung oleh beberapa mobil penumpang terlaris, seperti Suzuki XL7 dan Ertiga.

Di satu sisi, karena kontribusi kendaraan penumpang juga cukup besar, Suzuki pun terus memperkuat segmen kendaraan pessengger. “Ke depan segmen kendaraan penumpang akan terus mengalami pertumbuhan. Oleh karena itu, kami juga akan terus melakukan terobosan-terobosan baru di segmen kendaraan penumpang karena kendaraan penumpang tidak hanya menjadi masalah kebutuhan tetapi juga berkaitan dengan gaya hidup atau status sosial. ," dia berkata.

Terkait rekam jejak angka penjualan, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Suzuki sendiri secara konsisten berada di posisi lima besar sepanjang 2016 hingga 2019.

Tahun ini, berdasarkan catatan penjualan Januari hingga Agustus, Suzuki juga berada di posisi keempat. Namun secara year to date, dia menegaskan pangsa pasar Suzuki meningkat 2,4 persen untuk wholesales dan naik 2,6 persen untuk retail.