Kementerian Perhubungan akan menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT. PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) tahun ini bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Transjakarta untuk mulai mengoperasikan mobil listrik. General Manager PLN Disjaya, M. Ikhsan Asaad, menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mulai menggunakan mobil listrik untuk operasi kementerian.

Nantinya pejabat Esselon I dan Esselon II akan menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas mereka. "Kemarin kami baru saja mengadakan pertemuan dan telah sepakat bahwa pejabat Kemenhub akan menggunakan mobil listrik tahun ini. Mereka akan mencoba untuk menyewa 70 mobil listrik untuk operasi," kata Ikhsan, Senin (24/2).

Tidak hanya Kemenhub, Ikhsan mengatakan bahwa tahun ini Transjakarta juga akan memiliki bus listrik yang datang dari Rusia untuk dioperasikan. "Transjakarta juga sudah mulai menggunakan mobil listrik. Saat itu 10. Itu adalah komitmen dari sumbangan Rusia untuk mulai beroperasi tahun ini," tambah Ikhsan.

Untuk mendukung pengoperasian bus listrik, ia menjelaskan bahwa Transjakarta dan PLN akan bekerja sama untuk membangun stasiun pengisian berkualitas tinggi dengan kapasitas besar dan kecepatan pengisian tidak lebih dari lima menit.

"Mereka ingin memasang pentograph charging. Dibutuhkan banyak daya. Desain bus tidak berhenti lama. Sama seperti di Swedia, yang memiliki kapasitas 1MW. Jadi sistem ini dua berhenti setiap kali berjalan. Seperti memasuki pitstop, "kata Ikhsan.

Untuk dapat mewujudkan stasiun pengisian khusus Transjakarata bekerja sama dengan PLN untuk dapat membangun stasiun pengisian di setiap halte yang akan menjadi tempat pengisian. Katanya, perlu investasi yang cukup besar untuk ini.

"Investasinya dua kali lipat dari stasiun pengisian yang ada. Jika saya harus meminta tanah dari halte. Perlu desain travo baru. Ada juga travo khusus. Spesifikasi dan peralatan Travo. Jadi kami dapat merancang secara khusus. Rencananya adalah berada di Dukuh Atas, "kata Ikhsan. .