Jakarta – Indonesia memasuki tahun politik, bersamaan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

Tahun politik sering dipandang sebagai tahun yang kurang bersahabat dengan dunia bisnis. Terutama di industri otomotif, ada yang beranggapan bahwa banyak calon pelanggan akan menunda pembelian mobil dan sepeda motor di tahun politik.

Fenomena ini disadari oleh Distributor Mercedes-Benz Indonesia. Menurut Wakil Direktur Operasional Penjualan & Manajemen Produk Distributor Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, akan memiliki sedikit pengaruh pada bisnis penjualan mobil premium.

"Kami berpikir bahwa pengaruhnya (tahun politik) harus (pada penjualan), tetapi kami tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan. Tetap percaya bahwa pemerintah dapat mempertahankan situasi dan kondisi yang aman dan damai. Selama hal itu & # 39; dipertahankan, bisnis akan terus berlanjut. " Kata Kariyanto kepada wartawan, di Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2019).

Untuk mengantisipasi kehadiran tahun politik, Mercedes-Benz Indonesia juga memiliki strategi khusus untuk merangsang pasar mobil premium.

"Pertama, produk line-up kami tersedia (cukup lengkap). Dan kami saat ini, ketika dilihat dari awal Januari, sangat agresif. Kami telah membuat Hungry for Adventure 2019. Bulan lalu ada peluncuran (model baru) Dan baru. "Kami baru-baru ini mengadakan acara Test Drive Akhir Pekan Mercedes-Benz," jelas Kariyanto.

Selain acara internal yang diselenggarakan oleh Mercedes-Benz, beberapa pameran otomotif yang akan diadakan tahun ini juga akan membantu penjualan mobil premium.

"Karena kami biasanya menjual mobil paling banyak di semester 2. Karena ada banyak pameran, seperti GIIAS, dll. Kami juga memiliki pameran tunggal Star Expo. Itu menjadi agenda tahunan. Selain itu, penjualan kami biasanya akan naik saat menjelang lebaran atau menjelang puasa, "pungkas Kariyanto. (lua / rgr)