Jakarta –

Honda Motor Co. Ltd. mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah mengkonfirmasi kematian ke-17 di AS dari inflator airbag Takata yang rusak. Pabrikan Jepang telah melakukan inspeksi dengan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA).

Dipastikan pada 20 Agustus 2020, airbag Takata telah menewaskan pengemudi Honda Civic 2002. Pengemudi yang meninggal bukanlah pemilik terdaftar dari Honda Civic. Honda juga belum bisa memastikan apakah pengemudi mengetahui bahwa airbag mobil belum diperbaiki.

Honda mengatakan Civic 2002 telah ditarik sejak Desember 2011 untuk penggantian inflator airbag depan pengemudi. Sedangkan pada tahun 2014 dilakukan recall untuk airbag di depan penumpang.

Honda juga mengirimkan lebih dari 15 pemberitahuan penarikan melalui pos selama delapan tahun terakhir kepada pemilik kendaraan yang terdaftar sebelum kecelakaan tersebut. Selain surat, berbagai upaya dilakukan Honda untuk menghubungi pemilik kendaraan.

Airbag Takata yang rusak menyebabkan pecahan logam saat aktif. Korban ini merupakan yang ke-17 di AS sejak pertama kali ditemukan pada 2009. Airbag Takata menyebabkan kematian 15 mobil Honda dan 2 di mobil Ford.

Secara total, airbag Takata telah merenggut 26 nyawa secara global. Selain itu, 290 orang luka-luka.

Penarikan kembali airbag Takata mencakup sekitar 100 juta unit di 19 merek mobil utama di seluruh dunia. Dari 100 juta unit, 63 juta inflator kantung udara Takata berada di AS.

Pada bulan Agustus, Honda setuju untuk membayar $ 85 juta untuk menyelesaikan penyelidikan negara bagian besar atas penggunaan inflator Takata yang rusak.

Tonton Video "Tampilan dan Fitur Baru pada Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lua)