Jakarta –

Polisi Nasional melaporkan penurunan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Namun, masyarakat diminta tetap waspada agar kendaraan kesayangan mereka tidak menjadi incaran para pencuri.

Karo Penmas Divisi Humas Kepolisian Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, khususnya sepeda motor roda dua pada minggu ke 24 tahun 2020 tercatat sebanyak 226 kasus. Pada minggu ke 25 terjadi penurunan.

"Pada minggu ke-24 (minggu kedua Juni 2020) ada 226 kasus. Di minggu ke-25 (minggu ketiga Juni 2020) ada 160 kasus, sehingga terjadi penurunan 66 kasus atau 29,20%," kata Awi dalam konferensi pers, kemarin.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Awi mengatakan kejahatan meningkat karena peningkatan aktivitas masyarakat. Awi mengatakan bahwa masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat kegiatan sekarang mulai berjalan normal. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan barang-barang yang bisa memikat para pelaku kejahatan.

"Tentu saja masyarakat harus mulai berhati-hati ketika menggunakan perhiasan, kendaraan bermotor ketika melewati jalan sepi di malam hari dan kurangnya pencahayaan dan ketika meninggalkan kendaraan atau rumah harus memastikan itu benar-benar terkunci, terutama dua roda yang akan diberikan tambahan kunci, "kata Awi.

Ketika ditangkap oleh polisi, beberapa pencuri sepeda motor mengklaim bahwa mereka hanya perlu 60 detik untuk mencuri sepeda motor korban. Di Semarang, misalnya, pada Desember 2019 seorang pencuri sepeda motor mengungkapkan tindakan dan pesannya kepada pemilik sepeda motor untuk melengkapi kunci tambahan. Pemilik motor disarankan untuk menyelesaikan kunci tambahan dalam bentuk kunci pivot atau kunci disk.

"Jika parkir, berikan kunci tambahan, kunci saja (porok). Sulit. Jangan gembok biasa," kata pelaku pencurian di Semarang saat memberikan tips.

Lihat videonya "Duh! 2 Tahanan Asimilasi di Konawe Kembali, Curi 7 Sepeda Motor"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)