Jakarta –

Balapan MotoGP bukan hanya tentang pengendara dan motor. Ada orang-orang di balik layar MotoGP yang memiliki peran penting. Salah satunya adalah petugas logistik yang mengantarkan sepeda motor dan perlengkapan balapnya dari sirkuit satu ke sirkuit berikutnya.

Memindahkan peralatan seluruh tim dari satu balapan ke balapan lainnya membutuhkan logistik yang sangat terorganisir. Apalagi biasanya truk ekspedisi menempuh jarak 350 km melalui darat di Eropa hanya dalam beberapa jam. Misalnya perjalanan dari Sirkuit Brno di Republik Ceko ke Red Bull Ring di Austria, menjadi perjalanan sibuk dari Minggu sore hingga Selasa sore.

Operasi pertama adalah membongkar boks dan memasukkan semua peralatan ke dalam peti, kata Roberto Brivio, Koordinator Tim Suzuki Ecstar, seperti dikutip dari situs resmi Suzuki MotoGP. Dia bertanggung jawab untuk mengelola aspek logistik peralatan.

"Ini adalah tugas mekanik, yang mulai menurunkan boks setelah mereka menyimpan motor dengan aman. Kami memiliki dua truk untuk menampung semua peti dengan peralatan yang disimpan dalam alokasi yang dibuat khusus, karena sangat penting untuk menjaga integritasnya. . Selain itu, ruang di truk terbatas, jadi proses penyimpanannya harus sangat tepat. "

Saat kedua truk tersebut diparkir di paddock, tim juga mendatangkan tiga kontainer lain yang didesain khusus untuk ruang pertemuan, ruang penyimpanan suku cadang, dan beberapa kantor. Kontainer dimuat dan dibongkar oleh forklift khusus yang sangat besar.

Pengenalan Truk Logistik Sepeda Motor MotoGP Foto: Dok. Suzuki

Ketiga kontainer dan forklift tersebut kemudian disimpan dalam dua trailer. Sehingga jumlah truk yang bergerak empat unit.

“Yang perlu diingat saat mengemudikan truk seperti itu adalah kendaraan khusus dan lebih berat dari biasanya. Selain itu, truk tersebut juga memajang foto Tim saat kita di paddock, sehingga kita tidak bisa mengambil resiko merusak. cat atau bodywork, karena tidak sempat kami perbaiki begitu sampai di sirkuit selanjutnya, ”ujar Dario Decio, salah satu pengemudi truk yang kerap memimpin konvoi.

"Hal penting lainnya yang harus kami pertimbangkan, seperti halnya pengemudi truk, adalah waktu mengemudi yang diizinkan: kami dapat mengemudi maksimal 9 jam per hari, tetapi dibagi menjadi dua sesi 4,5 jam, dengan wajib berhenti setidaknya 45 menit di antaranya . Perjalanan dari Brno ke Spielberg memakan waktu lebih dari 5 jam dengan kecepatan kami, jadi kami perlu istirahat. "

Keempat truk tersebut terhubung melalui radio dan dapat mengobrol untuk berkomunikasi satu sama lain hingga mencapai sirkuit berikutnya. Setelah menempuh perjalanan dari Minggu sore, truk tiba pada Selasa sore. Kemudian mereka mengurusi tugas pertama yang harus dilakukan pada saat kedatangan, yaitu mencuci truk.

Sementara Koordinator Tim Mitia Dotta menuju ke paddock untuk mulai menjelajahi tempat parkir truk. Kegiatan ini membutuhkan ketelitian, pengalaman dan kepercayaan diri. Marco Rosa Gastaldo dan Massimo Tommasoni yang lebih berpengalaman menguasai trailer dalam aktivitas ini.

“Margin yang harus kita sesuaikan dengan posisi yang diinginkan hanya 2 cm. Kalau tidak, kontainer di atas tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Marco.

Setelah trailer diposisikan pada posisi yang benar, peti kemas dapat ditempatkan di atas dan banyak elemen lainnya, seperti tenda atau logo tim MotoGP yang menyala, harus dipasang, termasuk semua kabel yang menerangi truk, AC dan internet.

Tim mekanik dan insinyur MotoGP tiba di paddock keesokan harinya untuk menurunkan peti dan menyiapkan sepeda motor. Seluruh proses penyetelan balap motor memakan waktu sepanjang pagi, dan setelah makan siang para mekanik akhirnya bisa naik motor untuk memulai pekerjaan perawatan dan persiapan yang dibutuhkan untuk free practice pertama atau FP1 yang berlangsung pada Jumat pagi.

Tonton "Quartararo Tercepat dalam Latihan Bebas II MotoGP Ceko 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / lth)