Jakarta – PT Mitsubishi Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) telah berayun sejak tahun 1970 di negara ini. Dari segmen kendaraan komersial, itu dapat dianggap sukses, hampir setengah dari pangsa pasar dikendalikan oleh pabrikan Jepang ini.

Ketika disentuh pada tantangan utama untuk tetap menjadi pilihan. PT KTB mengatakan itu bukan berasal dari situasi ekonomi atau kebijakan pemerintah, melainkan gempuran pesaing yang bersaing.

"Dengan posisi pemimpin pasar kami selama 48 tahun, pasti pesaing akan berusaha keras untuk menembus, atau mengambil porsi yang telah dicapai oleh Mitsubishi Fuso," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono saat pertemuan media di Jakarta Pusat.

Meski begitu dengan target pada 2019, bersama dengan varian baru Fighter. PT KTB semakin optimis tentang target mendominasi pasar sebesar 45 persen, meskipun diketahui bahwa pasar kendaraan komersial tidak tumbuh secara signifikan dibandingkan dengan 2018.

"Prediksi kami tumbuh 5 persen, memenuhi jumlah pasar permintaan 122 ribu (truk terjual)," kata Duljatmono.

"Pangsa pasar kami tetap menjadi pemimpin pasar dan meningkat dari tahun lalu, tahun lalu sekitar 44 persen, kami ingin mencapai 45 persen pada 2019, menjadi sekitar 55 ribu unit," kata Duljatmono.

Selain menambah varian dan menyempurnakan produk sebelumnya. PT KTB juga berencana untuk menambah dan memperluas layanan purna jual. "Jika tidak (selesai), itu akan menjadi pengurang yang menjadi target kami," kata Duljatmono.

Lihat juga "Tampilan truk Fuso robot mirip laba-laba":

[Gambas:Video 20detik]

(riar / lth)