Jakarta – Mantan pembalap F1 tahun 2016 dari Indonesia, Rio Haryanto sekarang ditunjuk sebagai salah satu pembalap T2 Motorsport untuk bertarung di kejuaraan Blancpain GT World Challenge Asia 2019 menggunakan Ferrari 488 GT.

Rio dipilih untuk menemani David Tjiptobiantoro, yang telah berpartisipasi dalam lomba GT. Pria asal Solo, lahir pada tahun 1993, mengatakan kejuaraan GT akan sangat berbeda dari F1, jadi dia membutuhkan adaptasi yang lebih cepat.

"Ini tantangan yang sangat berbeda di mana aerodik roda terbuka lebih besar, jika roda dekat dapat dikatakan sebagai karya mekanik atau mekanis, itu dapat memiliki banyak pengaruh pada waktu putaran," kata Rio Haryanto.

"Tetapi saya juga harus bekerja dan juga berbagi dengan Mas David. Kami harus memberikan masukan yang baik untuk mendapatkan pengaturan yang optimal. Kami harus menemukan jalan tengah karena pemikirannya akan berbeda," kata Rio.

Untuk dicatat bahwa Blancpain GT World Challenge Asia memiliki format dan peraturan yang mengacu pada British GT Championions.

Acara ini memungkinkan tim untuk memiliki dua pembalap yang bergantian setiap 10 menit di area pitstop dengan mobil yang sama.

Kolaborasi pembalap ini terdiri dari para profesional dan amatir atau dua profesional yang memiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Perak di FIA (Piala Perak) dan harus mendapatkan persetujuan dari SRO.

Meski demikian, Rio optimistis dengan T2 Motorsport. Anda bahkan dapat menargetkan juara keseluruhan untuk mendapatkan tempat di Le Mans 24 Jam tahun depan.

"Pada akhir tahun lalu saya berkompetisi di Shanghai GT4 menggunakan mobil Audi. Saya juga mencoba mobil GT3, jadi ada sedikit gambaran tentang karakter mobil GT4,"

"Tetapi untuk mobil milik tim T2 saya tidak pernah merasakannya. Saya harus beradaptasi secepat mungkin. Kemudian dari segi mesin dan pengaturan mobil itu sendiri kita dapat mencoba menyesuaikan sebanyak mungkin," kata Rio . (riar / lth)