Jakarta – Kecerobohan pengemudi adalah salah satu faktor penyebab banyaknya kecelakaan pada pejalan kaki. Berangkat dari ini, Asuransi Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (IIHS) menemukan teknologi alat pendeteksi pejalan kaki untuk pengereman otomatis pada mobil untuk menghindari kecelakaan.

Manajer Pengujian Keselamatan IIHS David Aylor mengatakan untuk mengimplementasikan perangkat tambahan ini, itu akan bekerja dengan produsen otomotif.

"Kami ingin mendorong produsen untuk memasukkan kemampuan deteksi pejalan kaki karena mereka melengkapi lebih banyak kendaraan mereka dengan sistem pengereman darurat otomatis," kata David Aylor, seperti dikutip oleh CNBC.

Aylor menjelaskan bahwa cara kerja perangkat tambahan ini tidak segera menghentikan mobil, tetapi juga berisiko bagi pengemudi. Namun dengan mengurangi kecepatan secara bertahap.

Sebelumnya IIHS melakukan serangkaian tes yang menempatkan crash dummies dalam beberapa skenario tabrakan pejalan kaki yang paling umum untuk melihat apakah 11 SUV kecil berhenti tepat waktu atau secara signifikan melambat sebelum kecelakaan terjadi.

IIHS menjalankan tiga tes: tes tabrakan menyeberang di depan kendaraan, boneka berjalan di samping kendaraan (untuk menguji apa yang terjadi ketika seseorang berjalan di bahu jalan tersesat dalam lalu lintas) dan boneka anak panah keluar ke jalan dari belakang kendaraan yang diparkir. SUV diuji pada kecepatan 12 dan 25 mph.

"Secara keseluruhan, sistem ini berkinerja sangat baik," kata David Aylor.

"Sembilan dari 11 model menghindari kecelakaan atau secara signifikan memperlambat untuk mengurangi dampak tabrakan," tambah Aylor.

Dalam kebanyakan pengujian, SUV berhenti tepat waktu atau melambat secara signifikan untuk membatasi dampak tabrakan kendaraan pada pejalan kaki.

"Tes ini menunjukkan kerja teknologi," kata Aylor.

"Dan karena kamera dan radar memicu SUV untuk melambat, teknologinya bekerja terlepas dari apa yang dilakukan pengemudi." dia menyimpulkan. (riar / rgr)