Jakarta – Penerapan skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) terbaru diindikasikan untuk meningkatkan harga jual kendaraan, khususnya mobil. Karena, pengenaan pajak tidak lagi didasarkan pada ukuran mesin (CC) tetapi lebih pada emisi kendaraan yang tinggi dan rendah.

Misalnya, Mobil Hijau Berbiaya Rendah (LCGC), yang tidak lagi mendapatkan insentif pajak nol persen tetapi dikenakan pajak 3%. Insentif akan diberikan untuk kendaraan non-emisi atau diklasifikasikan sebagai LCEV (Kendaraan Rendah Karbon Emisi).

Menanggapi wacana tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ingin mengambil pelajaran. Selain keputusannya belum final, diyakini pemerintah akan memberikan sesuatu dan tidak membiarkan industri otomotif dalam negeri lesu.

"Ya, kenaikan 3 persen hanya untuk LCGC. Teman-teman harus melihat sepenuhnya bahwa apa yang ingin dilakukan pemerintah. Oke LCGC akan meningkat 3% tetapi pajak sedan akan turun dari 30% menjadi 10%. Ada kompensasi," kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) Suzuki 4W di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Mengenai perkiraan harga mobil lain, karena LCGC dikenai pajak, Suzuki Indonesia ingin kembali ke pasar.

"Ada tiga sumber yang mempengaruhi harga, pertumbuhan ekonomi, peraturan seperti PPnBM untuk LCGC, dan produsen stimulus melalui produk. Ketika pajak diberikan kepada LCGC akan ada respon dari pasar, apakah akan turun atau tidak. Tapi dari "Tentu saja, akan ada pengaruh pada tipe mobil lain baik Low MPV atau mungkin tipe lain (SUV atau hatchback)," katanya.

"Jadi itu tergantung pada apa yang ingin dilihat pemerintah, jika skema PPnBM ini diterapkan. Kami akan mendukungnya," lanjut Donny. (ruk / rgr)